Minggu, 12 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Pengamat Ekonomi Unmul Samarinda Singgung Realisasi E-Parking, Dishub Sebut Ada Banyak Faktor

Persoalan parkir di Samarinda masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota atau Pemkot Samarinda.

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
PARKIR- Kadishub Samarinda Hotmarulitua Manalu saat lakukan penertiban parkir di sejumlah ruas jalan di Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan parkir di Samarinda masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota atau Pemkot Samarinda.

Salah satu solusi yang digadang-gadang adalah program Smart City dengan penerapan e-parking. Namun, hingga saat ini realisasinya dinilai tak kunjung nampak.

Sebab itu, membuat pengamat ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo menyoroti realisasi e-parking yang dijanjikan Walikota Andi Harun beberapa tahun silam sekaligus mempertanyakan kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.

Baca juga: E-Parking di Samarinda Belum Terwujud, Dosen Ekonomi dari Unmul Pertanyakan Kinerja Dishub

“Persoalan parkir ini kan janji politik Andi Harun dalam 100 hari kerja, khususnya adalah e-parking. Sudah 5 tahun maju mundur, gak jadi jadi juga ini barang,” kata Purwadi kepada TribunKaltim.co (23/2).

Atas hal tersebut, Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu angkat bicara.

Dikonfirmasi TribunKaltim.co pada Minggu (24/3), Manalu memaparkan beberapa faktor yang menghambat penerapan e-parking di Samarinda.

Parkir di Trotoar dan Jukir Liar

Manalu mengatakan, parkir di atas trotoar muncul lantaran adanya kegiatan ekonomi yang tak menyediakan lahan parkir.

"Ketika ruang parkir yang ada malah dijadikan tempat dagangan, ya masyarakat pasti akan datang, mau tidak mau memang tak ada ruang parkir dan mau tak mau parkir di tepi jalan maupun trotoar. Akhirnya muncul lah jukir liar yang memanfaatkan peluang tersebut," jelas Manalu.

Sebab itu, Manalu mengaku bahwa saat ini pihaknya juga tengah menggencarkan monitoring terhadap ruko atau toko yang tak memiliki atau menyediakan lahan parkir yang cukup.

Baca juga: Pemkot Samarinda Launching SANTER dan E-Parking di Malam Pembukaan Samarinda Festival

E-Parking di Tepi Jalan Sulit Diterapkan

Manalu mengakui sulitnya menerapkan e-parking di tepi jalan. Ia mengatakan, e-parking hanya bisa maksimal dijalankan di dalam suatu ruang atau gedung parkir saja.

Sulitnya penerapan e-parking di tepi jalan tak hanya dirasakan di Kota Samarinda, melainkan merata hingga ke seluruh penjuru kota di Indonesia.

“Karena seluruh ruang jalan menjadi pintu masuk dan pintu keluar masyarakat. Misal di suatu kawasan, anggaplah yang masuk parkir satu-dua kendaraan kemudian yang keluar ada lima kendaraan dan menerapkan sistem e-parking dengan satu orang jukir, maka itu tidak bisa optimal. Itu sudah pernah kita lakukan uji coba di tahun lalu di kawasan Jalan Pangeran Diponegoro di Gajah Mada, masyarakat malah enggan pakai e-parking.

Kemudian barulah kami terapkan e-parking di mall-mall, untuk membiasakan masyarakat yang sudah memiliki uang elektronik, tapi kan kondisi mall-mall di Kota Samarinda ini belum bisa secara gamblang melaksanakan e-parking seperti di BSB dan Bandara Sepinggan di Balikpapan seperti saat ini.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved