Selasa, 21 April 2026

Sejarah

Sejarah 25 Maret: Hari Raya Dolyatra Agama Hindu, Tradisi Serta Arti dan Makna

Inilah informasi dan penjelasan terkait sejarah 25 Maret yaitu perayaan Hari Raya Dolyatra agama Hindu, tradisi serta arti dan makna.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
Tribunnews.com
HARI RAYA DOLYATRA - Inilah informasi dan penjelasan terkait sejarah 25 Maret yaitu perayaan Hari Raya Dolyatra agama Hindu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah informasi dan penjelasan terkait sejarah 25 Maret yaitu perayaan Hari Raya Dolyatra agama Hindu.

Informasi berikut telah TribunKaltim.co rangkum mengutip beberapa sumber sehingga Tribunners dapat membaca informasi dengan nyaman.

Baca juga: Sejarah 20 Maret: Berdirinya VOC Pada Masa Penjajahan Belanda

Baca juga: Sejarah 19 Maret: Pertama Kali Pluto Diidentifikasi dan Terlihat di Tata Surya

Baca juga: Sejarah 21 Maret: Hari Down Syndrome Sedunia, Pentingnya Memahami dan Mengetahui Penyakit Genetik

Sejarah Hari Raya Dolyatra

Hari Raya Dolyatra adalah sebuah perayaan agama Hindu yang dirayakan setiap tahun saat bulan purnama di bulan Phalguna yang biasanya terjadi sekitar bulan Februari atau Maret dalam penanggalan Gregorian.

Pada tahun 2024, Hari Raya Dolyatra dirayakan pada tanggal 25 Maret.

Hari Raya Dolyatra yang juga dikenal sebagai Dol Purnima, adalah sebuah festival yang merayakan kegembiraan dan kebahagiaan.

Festival ini dikenal karena tradisi uniknya yang melibatkan pembubuhan pewarna dan air.

HARI RAYA DOLYATRA - Inilah informasi dan penjelasan terkait sejarah 25 Maret yaitu perayaan Hari Raya Dolyatra agama Hindu.
HARI RAYA DOLYATRA - Inilah informasi dan penjelasan terkait sejarah 25 Maret yaitu perayaan Hari Raya Dolyatra agama Hindu. (Tribunnews.com)

Pada Hari Raya Dolyatra, umat Hindu berkumpul untuk merayakan kehidupan dan kemenangan kebaikan atas kejahatan.

Salah satu elemen yang paling mencolok dari Hari Raya Dolyatra adalah tradisi "Holi", di mana orang-orang bersenang-senang dengan memercikkan dan membalurkan pewarna berwarna-warni satu sama lain.

Tradisi ini menjadi simbol persatuan, kegembiraan, dan persaudaraan di antara umat Hindu.

Selain itu, ada juga tradisi pesta makan-makan yang melibatkan hidangan khas festival.

Selama Hari Raya Dolyatra, umat Hindu juga memanjatkan doa dan puja kepada Dewa Krishna.

Pemujaan ini mencerminkan makna spiritual dan religius dari festival ini, yang melibatkan pengabdian kepada Tuhan dan pengekspresian rasa syukur.

Meskipun Hari Raya Dolyatra bermula sebagai sebuah festival agama Hindu, kini telah menjadi sebuah perayaan yang dirayakan oleh berbagai kelompok agama dan budaya di berbagai belahan dunia. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu dan dinanti-nantikan oleh banyak orang, di mana mereka dapat bersatu dalam kegembiraan, kebahagiaan, dan persaudaraan.

Arti dan Makna

Dolyatra, yang berarti "festival ayunan", merupakan perayaan untuk memperingati kisah Krishna yang mengalahkan raksasa Poothana.

• Festival ini juga melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, cinta atas kebencian, dan cahaya atas kegelapan.

• Dalam festival ini, umat Hindu mengarak patung Radha dan Krishna di atas ayunan yang dihiasi dengan bunga dan dekorasi lainnya.

Tradisi

• Bermain ayunan: Umat Hindu bermain ayunan untuk melambangkan kebahagiaan dan kegembiraan.

• Menyiram air berwarna: Umat Hindu saling menyiram air berwarna sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran.

• Menyanyikan lagu-lagu dan bhajan: Umat Hindu menyanyikan lagu-lagu dan bhajan untuk memuja Krishna dan Radha.

• Menyantap hidangan tradisional: Hidangan tradisional seperti gulab jamun, laddu, dan thandai disajikan dan dinikmati bersama keluarga dan teman.Tempat Perayaan

Hari Raya Dolyatra adalah sebuah festival yang dipenuhi dengan keceriaan dan warna-warni yang dirayakan oleh umat Hindu di berbagai belahan dunia.

Festival ini melambangkan tidak hanya kemenangan kebaikan atas kejahatan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai universal seperti cinta atas kebencian dan cahaya atas kegelapan.

Selama Hari Raya Dolyatra, orang-orang merayakan kesenangan dan kebahagiaan dengan berbagai cara yang unik.

Festival ini juga mempromosikan pesan tentang pentingnya mencintai satu sama lain dan mengatasi konflik dengan cinta dan kedamaian.

Ini terlihat dalam bagaimana orang-orang dari berbagai latar belakang sosial, budaya, dan agama berkumpul untuk merayakan bersama dalam semangat persaudaraan dan harmoni.

Lebih dari sekadar perayaan, Hari Raya Dolyatra adalah waktu untuk merenungkan makna spiritual dan religius.

Melalui puja dan pengabdian kepada Dewa Krishna, umat Hindu memperkuat ikatan mereka dengan kepercayaan dan keyakinan spiritual mereka, sambil merayakan kemenangan kebaikan atas kejahatan.

Meskipun Hari Raya Dolyatra bermula sebagai sebuah festival agama Hindu, namun semangatnya telah menyebar ke berbagai komunitas dan budaya di seluruh dunia.

Ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu dengan antusiasme oleh banyak orang, di mana mereka dapat menyatukan diri dalam kegembiraan, perdamaian, dan kasih sayang. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved