Jumat, 12 Juni 2026

Opini

Superhub Ekonomi Nusantara, dan Strategi Tiga Kota

Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai saraf pusat kendali, Samarinda sebagai denyut nadi, dan Balikpapan sebagai otot pusat aktivitas.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
HUDAIS_BIRO ADPIMPROV KALTIM
Presiden Jokowi bersama sejumlah duta besar dan pemimpin lembaga internasional dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, meninjau Pusat Persemaian Mentawir, Selasa (4/6/2024). 

Oleh: Inni Indarpuri
Kepala Bagian Perencanaan Kepegawaian Biro Adpim Setda Prov Kaltim


IKN yang Inklusif

PERTUMBUHAN  ekonomi yang inklusif dan merata akan terungkit dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara. IKN sebagai superhub ekonomi Nusantara diharapkan menjadi penggerak perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur. Keberadaan IKN menjadi bagian yang tak terpisahkan dari cita-cita transformasi ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, serta daerah mitra lainnya. Selain juga memperkuat rantai pasok aktivitas ekonomi di pulau sekitarnya.

Strategi dan arah kebijakan Kalimantan Timur menyesuaikan Visi pembangunan IKN sebagai Kota Dunia untuk Semua dengan 8 prinsipnya dan 24 indikator. Jika Visi Indonesia Emas 2045 adalah Terwujudnya Indonesia sebagai Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan, maka cita-cita Provinsi Kalimantan Timur tergambar pada Visi Kalimantan Timur Sejahtera 2045 adalah Penggerak Superhub Ekonomi Nusantara yang Maju, Adil, dan Berkelanjutan.

Harapan lain pada IKN dan juga tertuang pada Rencana Induk IKN adalah strategi kerja sama Tiga Kota (Tri-City) antara Ibu Kota Nusantara, Balikpapan, dan Samarinda yang akan membentuk segitiga pembangunan ekonomi. Strategi Tiga Kota ini digambarkan sebagai organ penting yang saling melengkapi dan tidak akan berjalan jika salah satunya tidak berfungsi yakni: IKN sebagai saraf pusat kendali, Samarinda sebagai denyut nadi, dan Balikpapan sebagai otot pusat aktivitas.

IKN sebagai 'saraf' pusat kendali dalam Strategi Tiga Kota adalah sebagai pusat pemerintahan baru, pusat inovasi, dan pusat praktik hijau, yang berperan sebagai basis untuk sektor-sektor baru yang didorong oleh inovasi seperti biosimilar dan vaksin, protein nabati, nutraceutical, dan Energi Terbarukan (ET).

Samarinda akan menjadi jantung (pusat denyut nadi kehidupan/energi) dari Struktur Tiga Kota, yang mentransformasikan sektor pertambangan, minyak, dan gas menjadi sektor energi yang baru, rendah karbon dan berkelanjutan. Samarinda juga diharapkan dapat memperoleh manfaat dari peningkatan aktivitas pariwisata di wilayah Kalimantan Timur.

Bagaimana dengan Balikpapan? Balikpapan digambarkan sebagai otot (pusat aktivitas) pembangunan ekonomi Tiga Kota, dengan memanfaatkan logistik dan layanan distribusinya yang telah mapan untuk sektor-sektor berorientasi impor dan ekspor, serta memperkuat peran superhub IKN, dalam arus perdagangan antar dan intra regional. Balikpapan akan menampung klaster petrokimia, dan membantu mendorong diversifikasi produk dari dari minyak dan gas hulu menjadi berbagai turunan petrokimia hilir.

Kerja sama Tiga Kota juga diperkuat dengan peningkatan peran dari wilayah-wilayah penunjang yang akan mendukung superhub IKN, terutama Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Kukar, Kabupaten Kutim. Kerja sama dengan wilayah lain di Pulau Kalimantan (daerah mitra) dan wilayah lainnya di Indonesia juga akan dibangun untuk memperkuat integrasi perekonomian secara regional dan nasional.

Untuk mempelajari konsep pengembangan Tri-City ini tercatat Japan International Cooperation Agency (JICA) telah melakukan penjajakan baik pada Provinsi Kalimantan Timur maupun Pemerintah Kota Balikpapan dalam rangka pengumpulan data guna membangun kerja sama antara pihak Indonesia dan Jepang dalam pengembangan Kawasan IKN.

Akselerasi Pembangunan Transformasi Ekonomi

Kesadaran bahwa Sumber Daya Alam Kalimantan Timur akan menipis lalu habis bukan ada saat ini saja. Dalam buku Visi Kaltim 2030 Pertumbuhan Ekonomi Hijau yang Berkeadilan dan Berkelanjutan, Sebuah Pemikiran Kebijakan Transformasi Ekonomi Pasca Migas dan Batu bara yang ditulis pada Juli 2013 oleh Awang Faroek Ishak dan Tim, merupakan penanda kesadaran bahwa hukum alam tak akan dapat dicegah. SDA itu terbatas dan hari demi hari SDA tak terbarukan itu kian menipis. Pembangunan hijau berkelanjutan itu suatu panggilan yang harus disegerakan.

Desakan transformasi hijau ini dijawab dengan keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam pengembangan Kawasan Industri dan telah diinisiasi sekitar tahun 2011. Sebut saja Kawasan Industri Kariangau, Kaltim Industrial Estate (KIE), Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), dan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).

Transformasi struktur ekonomi yang tadinya berpusat pada sektor ekstraktif beralih ke sektor yang memiliki nilai tambah dan berkelanjutan ini juga sejalan dengan strategi dan arah kebijakan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor hingga Pj. Gubernur Kalimantan Timur saat ini, Akmal Malik.

Kesadaran ini dipertebal dalam delapan prioritas pembangunan periode 2024-2026, salah satunya adalah penguatan upaya transformasi ekonomi melalui diversifikasi vertikal dan horisontal pada sektor unggulan. Prioritas ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kaltim, khususnya dalam mengurangi ketergantungan pada sektor migas.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved