Opini
Superhub Ekonomi Nusantara, dan Strategi Tiga Kota
Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai saraf pusat kendali, Samarinda sebagai denyut nadi, dan Balikpapan sebagai otot pusat aktivitas.
Namun sayangnya, upaya untuk melakukan transformasi ekonomi dari basis sumber daya tak terbarukan menjadi ekonomi yang berbasis pada sumber daya terbarukan ini berjalan sangat lamban, kalau tidak mau dikatakan seolah jalan ditempat. Struktur ekonomi Kalimantan Timur masih belum bisa lepas dari ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. PDRB Provinsi Kalimantan Timur dari usaha pertambangan dan penggalian masih merupakan kontributor utama. Jika transformasi ekonomi berjalan, lapangan usaha industri pengolahan, konstruksi, pertanian, serta perdagangan dan jasa pasti dapat menjadi penyokong utama PDRB Provinsi Kalimantan Timur dimasa sekarang dan mendatang.
Menggeser porsi pertumbuhan pembangunan dari barat, lebih ke timur adalah cita-cita luhur pemindahan ibu kota ke Provinsi Kalimantan Timur. Mimpi superhub ekonomi IKN itu kian nyata dengan membaca Rencana Induk IKN bahwa pemindahan ibu kota menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan menyiapkan enam klaster ekonomi dan dua klaster pendukung yang melibatkan daerah mitra.
Enam klaster ekonomi, meliputi Industri Teknologi Bersih, Farmasi Terintegrasi, Industri Pertanian Berkelanjutan, Ekowisata dan Wisata Kesehatan, Bahan Kimia dan Produk Turunan Kimia, serta Energi Rendah Karbon. Selain itu, ada pula dua kluster pendukung, yakni Pendidikan Abad ke-21 dan Smart City dan Pusat Industri 4.0.
Strategi pengembangan kawasan industri baik Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kawasan Industri Kariangau (KIK), dan Buluminung sebagai superhub ekonomi IKN akan menjadi fokus utama untuk mewujudkan transformasi ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Peta jalan transformasi ekonomi Kalimantan Timur akan benar-benar terwujud jika komitmen ini berjalan tanpa gangguan dan keraguan. Semoga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Presiden-Jokowi-Tinjau-Persemaian-Mentawir.jpg)