Berita Mahulu Terkini
Mengenal Tujuan Upacara Adat Ne'laam dan Nemlai di Kampung Long Tuyoq, Kabupaten Mahulu Kaltim
Upacara adat merupakan warisan turun temurun yang diadakan sesuai kepercayaan masyarakat setempat
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Ritual adat merupakan kekayaan budaya di Indonesia.
Upacara adat merupakan warisan turun temurun yang diadakan sesuai kepercayaan masyarakat setempat.
Setiap upacara adat memiliki tujuan yang berbeda-beda, ada upacara yang diadakan untuk pernikahan, kelahiran, maupun kematian.
Salah satu upacara adat yang saat ini masih dijaga kelestariannya adalah Ne'laam dan Nemlai di Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahulu, Kalimantan Timur.
Upacara adat Ne'laam dan Nemlai merupakan upacara adat suku Dayak di Kampung Long Tuyoq.
Baca juga: Cerita Tokoh Masyarakat, Sebelum Ada Ritual Adat, Pengerjaan Jembatan Lome di Mahulu Dilanda Bencana
Baca juga: Cara Pencarian Bocah Hilang yang Diduga Terseret Arus Banjir Samarinda, Pakai Ritual Adat
Kegiatan adat ini digelar setiap sekali dalam periode lima tahun.
Bahkan, menariknya kegiatan adat ini telah masuk dalam agenda rutin lima tahunan kampung Long Tuyoq.
Tahun ini, kegiatan Ne'laam dan Nemlai kembali digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kampung Long Tuyoq yang ke-120 tahun.
Ketua Panitia, Mereng Irang mengatakan ada beberapa tujuan digelarnya kegiatan ini, antara lain :
1. Masyarakat adat di kampung Long Tuyoq senantiasa memelihara dan melestarikan tradisi-tradisi warisan leluhur, termasuk segala macam upacara dan ritual.
2. Kegiatan upacara adat tersebut telah menjadi agenda tetap untuk dilaksanakan setiap tahun. Khusus untuk upacara adat Ne'laam, telah disepakati sejak lama untuk dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
3. Upacara adat yang dilaksanakan ini memiliki kaitan erat dengan pola kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga terselenggara atau tidaknya kegiatan ini akan berdampak pada kehidupan warga masyarakat Kampung Long Tuyoq kedepannya.
4. Di waktu upacara adat seperti ini merupakan kesempatan untuk memperbaharui diri bagi setiap pesertanya demi meningkatkan kualitas hidup selanjutnya.
Ketua panitia kegiatan mengatakan sampai saat ini, peserta adat Ne'laam berjumlah 32 peserta.
"Peserta Ne'laam terdiri dari upacara adat hawaaq berjumlah enam pasang, upacara adat anaak berjumlah 26 orang, sementara untuk peserta Nemlai berjumlah 33 orang," sebutnya.
Baca juga: 4 Jam Tak Ketemu, Keluarga Korban Tenggelam di SKM Samarinda Gelar Ritual Adat
"Jadi total peserta Ne'laam dan Nemlai pada perayaan HUT ke-120 Kampung Long Tuyoq berjumlah 65 peserta," imbuhnya.
Kegiatan ini akan digelar selama delapan hari, terhitung sejak tanggal 15 - 22 Juni 2024.
Untuk pelaksanaan kegiatan ini, dana yang terkumpul sebesar Rp 114.430.000. (*)
Kepala Disparpora Mahulu Ajak Semua Pihak Garap Pariwisata Secara Kolaboratif |
![]() |
---|
Disparpora Mahulu Kaltim akan Kembangkan Kawasan Pariwisata hingga Pinggir Sungai |
![]() |
---|
Alasan SPBU di Tikah Mahakam Ulu Batasi Penjualan, Konsumen Pertanyakan Selisih Harga |
![]() |
---|
Jumat Curhat di Ujoh Bilang, Polres Mahulu Ajak Warga Jaga Kamtibmas Aman |
![]() |
---|
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh: RPJMD Harus Jadi Gerak Nyata Manfaatnya Dirasakan Masyarakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.