Berita Mahulu Terkini

Cerita Tokoh Masyarakat, Sebelum Ada Ritual Adat, Pengerjaan Jembatan Lome di Mahulu Dilanda Bencana

Jembatan Long Melaham (Lome) yang menghubungkan permukiman dan kebun warga di Lome, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu kini telah diresmikan.

|
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/KRISTIANI TANDI RANI
Masyarakat adat di Long Melaham Kecamatan Kota Bangun melaksanakan ritual adat beberapa saat sebelum peresmian Jembatan Long Melaham, Kabupaten Mahakam Ulu. 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Jembatan Long Melaham (Lome) yang menghubungkan permukiman dan kebun warga di Lome, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu kini telah diresmikan.

Peresmian jembatan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Mahulu, Kamis (14/12/2023).

Peresmian tersebut diwarnai sebuah ritual adat.

Baca juga: Cerita Pengguna Jembatan Long Melaham di Mahakam Ulu: Hemat Ongkos Nyebrang

Ritual dimulai dengan memberikan hewan ternak berupa ayam dan parang sambil membaca mantra.

Selain itu, bubur, telur, kopi hitam dan dupa turut menghiasi meja persembahan.

Sekretaris Adat Kampung Long Melaham, Markus Alui mengatakan ritual ini bertujuan untuk meminta izin kepada penguasa alam gaib di wilayah tersebut, agar para pengendara yang melintasi jembatan dapat terhindar dari bahaya.

"Itu tujuan kita sehingga sebelum peresmian itu kita sampaikan ke Dinas PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)" katanya, Sabtu (30/12/2023).

Ritual ini juga digelar masyarakat Lome pada saat pembangunan jembatan.

Baca juga: Bupati Mahulu Resmikan Jembatan Long Melaham, Berharap Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga

Hal ini dilakukan masyarakat karena sebelum mengadakan ritual, pembangunan jembatan ini selalu dihalangi oleh bencana alam.

Tokoh adat ini mengakui setiap enam bulan sejak pembangunan jembatan Lome sering terjadi bencana alam seperti longsor, banjir dan lain sebagainya.

"Kita didatangi untuk buat ritual, setelah kita buat puji Tuhan tidak ada lagi masalah kendala bagi pekerja," kisahnya.

Ia mengakui banyak masalah alam yang menghalangi pembuatan jembatan sebelum dilakukan ritual.

"Kalau ngak banjir yang datang ya tanah longsor," tuturnya.

Baca juga: Dibangun selama Tiga Tahun, Jembatan Long Melaham Telan Anggaran Rp 101,3 Miliar

Dalam ritual tersebut, masyarakat meminta kepada leluhur untuk membantu menyertai pengerjaan jembatan.

Setelah menggelar ritual sudah tidak ada lagi bencana alam yang menghalangi pembangunan jembatan Lome.

"Puji Tuhan sejak saat itu sudah berjalan dengan baik dan tidak ada kendala," syukurnya. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved