Rabu, 22 April 2026

Pilkada Samarinda 2024

Politisi PAN Samarinda Dukung KPU Gencarkan Sosialisasi Jelang Pilkada 2024

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Samarinda, Suparno mendukung KPU gencarkan sosialisasi jelang Pilkada Samarinda 2024

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS
PILKADA SAMARINDA 2024 - Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Samarinda, Suparno yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda mendukung KPU gencarkan sosialisasi jelang Pilkada 2024. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Samarinda, Suparno mendukung KPU gencarkan sosialisasi jelang Pilkada Samarinda 2024.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda tersebut menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi 5 tahunan ini.

Pilkada 2024 yang akan digelar 27 November tentunya menjadi momentum KPU sebagai penyelenggara, melakukan sosialisasi.

Masyarakat sendiri, pada Pilkada 2024 akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Baca juga: Daerah Rawan di Pilkada Samarinda 2024 Mulai Dipetakan demi Ciptakan Lingkungan Kondusif

“Pilkada adalah pesta demokrasi setiap daerah. Masyarakat harus bisa menentukan siapa pemimpinnya yang cocok dari sekarang untuk masa depan,” ungkapnya, Kamis (20/6/2024).

Perbedaan pilihan pasangan calon pemimpin bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan. 

Menurut Suparno, terpenting masyarakat memilih calon dengan hati nurani, cocok memimpin dan membangun Samarinda serta Kalimantan Timur ke arah baik.

Antusiasme masyarakat dalam Pilkada 2024 diharapkan sama seperti Pilpres dan Pileg Februari 2024 lalu.

“KPU Samarinda dan KPU Kaltim kita harapkan gencar dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” sebutnya.

Baca juga: Perebutkan Kursi Cawawali di Pilkada Samarinda 2024, Agus Tri Susanto Kembalikan Formulir ke PKS

Semakin dekatnya pilkada, Suparno juga menyampaikan pentingnya peran KPU dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap dan jelas mengenai calon-calon yang akan mereka pilih.

“Pileg kemarin antusias masyarakat naik, tapi pilkada berbeda. Kalau pileg, satu RT bisa dua calon, sedangkan pilkada bisa satu pasangan calon. KPU harus lebih giat dalam sosialisasi,” tandasnya.

(*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved