Berita Kubar Terkini
Beliatn Ngugu Nalint Taunt Banak Sawak di Kubar Digelar, Potong Kerbau Tandai Puncak Upacara Adat
Beliatn Ngugu Nalint Taunt Banak Sawak di Kutai Barat Kalimantan Timur digelar, potong kerbau tandai puncak upacara adat.
Penulis: Febriawan | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Ratusan warga yang mengenakan pakaian adat berkumpul di lapangan Kampung Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, Kutai Barat (Kubar)
Seekor kerbau yang siap dikurbankan terikat dekat kerumunan warga.
Kerbau itu akan dipotong untuk menandai puncak upacara adat Beliatn Ngugu Nalint Taunt Banak Sawak Suku Dayaq Benuaq.
Budaya merupakan identitas, ciri khas dan karakter suatu daerah, itulah yang dilakukan warga di Kampung Tanjung Isuy.
Baca juga: Jaksa di Kubar Kaltim Raih Adhyaksa Award 2024, Kajari: Keterbatasan Tak Surutkan Semangat
Puncak acara ditandai dengan pemotongan kerbau sebagai kurban.
Upacara adat Ngugu Tahun sebagai bentuk untuk menjaga serta melestarikan adat istiadat dan budaya asli yang dimiliki.
Selain itu, budaya merupakan suatu identitas bangsa, ciri khas suatu bangsa, karakter bangsa, ataupun sebagai tanda di mana negara tersebut mempunyai sejarah perjalanan hidup.
Camat Kecamatan Jempang, Lorensius Itang yang hadir dalam acara puncak upacara adat ini menuturkan, upacara adat ngugu tahun ini dapat dijadikan sebagai momen kegiatan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur yang patut dilestarikan.
Dalam bentuk kearifan lokal masyarakat Kabupaten Kutai Barat, filosofi dari acara ini adalah rasa kegotong royongan dapat kita terus tingkatkan untuk hidup dalam bingkai persatuan dan kesatuan atau Sempekaat Sempawaat.
Baca juga: Sekda Kutai Barat Ayonius Imbau Warga Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada Kubar 2024
Untuk itu, Pemkab Kubar berharap partisipasi dan dukungan seluruh masyarakat untuk membantu proses kelancaran pembangunan daerah.
Utamanya dalam rangka meneruskan visi pemerintahan Bupati FX Yapan yang menginjak 2 periode.
Pemerintahan di bawah Bupati FX Yapan ingin mewujudkan Kutai Barat semakin adil, mandiri, dan sejahtera berlandaskan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Secara khusus, bupati menyampaikan pesan dan harapan dengan dilaksanakannya acara adat di Kecamatan Jempang ini.
Sebagai masyarakat beradat, maka kearifan budaya lokal dan adat istiadat masyarakat seperti ini hendaknya bisa terus dikembangkan untuk membina mental masyarakat.
Terutama generasi muda agar tidak terpengaruh oleh berbagai budaya luar yang bertentangan dengan kebudayaan, adat istiadat, dan kerukunan hidup masyarakat di Kabupaten Kutai Barat ini.
"Terlebih kita sebagai masyarakat adat ini pula siap untuk mendukung keberadaan IKN (ibukota nusantara) nantinya. Bahwa dengan acara adat ini pula menjadi salah satu daya tarik wisata budaya sehingga mampu kita perlihatkan ke khalayak yang lebih luas," ujarnya, Senin (8/7/2024).
Baca juga: Poltek Sendawar Pastikan Kuliah Tetap Berjalan Meski Pemkab Kubar Rencana Ambil Alih
Bupati juga mengajak masyarakat agas terus dukung situasi yang kondusif demi terwujudnya pembangunan melalui sikap yang toleran atas kemajemukan.
Apalagi, tahun ini akan ada pelaksanaan pilkada, sehingga masyarakat harus bersatu padu agar tidak mudah terpecah belah oleh isu apapun.
"Oleh sebab itu saya mengajak kita untuk terus solid mendukung kemajuan diwilayah Kutai Barat ini tentunya demi hari esok Kutai Barat yang lebih baik daripada hari ini," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.