Ibu Kota Negara

Kisah Dedy Afandi, ASN yang Ingin Segera Dipindah ke IKN Kaltim, Berharap Tak Se-semrawut Jakarta

Dedy Afandi, seorang ASN di Kementerian Perdagangan secara terang-terangan tertarik untuk didahulukan pindah ke IKN Kaltim.

Editor: Doan Pardede
OIKN
LOKASI UPACARA HUT RI DI IKN - Lapangan Upacara dengan latar Istana Negara dan Kantor Presiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN). Berikut daftar wilayah di IKN Kaltim yang rawan banjir. Namun Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN memastikan lokasi Upacara HUT RI aman 

Dilansir dari detikcom pada Rabu (14/08), Menteri PANRB mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan usulan baru terkait insentif ini. Setidaknya, ada tiga formula yang akan kembali diajukan Kementerian PANRB kepada Sri Mulyani.

Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru 

Merespons hal tersebut, Trubus menyebut rencana insentif bukan hal yang diperlukan dalam proses pemindahan ASN ke IKN. Dia mewanti-wanti agar pemerintah tidak usah menjanjikan insentif lantaran dituding tidak memiliki kemampuan untuk merealisasikannya.

"Jadi, pemerintah tidak usah menjanji-janjikan, membuat PHP menurut saya nantinya. Karena saya yakin tidak ada kemampuan untuk membayar, kalau misalnya dijanjikan sampai Rp100 juta misalnya per orang," ujar dia.

Belum lagi, insentif ini juga rawan menciptakan rasa kecemburuan sosial bagi para ASN yang bertugas di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

ASN: Bukan infrastruktur fisik, tapi kualitas mutu 

Kepada DW Indonesia, seorang ASN perempuan yang bertugas di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Risat dan Teknologi (Kemendikbudristek) mempertanyakan sikap pemerintah yang tidak memprioritaskan infrastruktur soal pendidikan dan kesehatan di IKN.

Dia menyebut keberatan jika harus dipindah ke IKN.

"Yang paling penting adalah karena kita punya anak, karena kita mungkin juga suatu saat nanti kalau pun akan pindah bawa orang tua misalnya, jadi mutu pendidikan dan fasilitas kesehatan seharusnya yang dipromosiin jadi daya tarik utama, menurutku," kata ASN yang tidak ingin disebutkan namanya kepada DW Indonesia via sambungan telepon.

ASN perempuan ini menjelaskan masalah pendidikan dan kesehatan itu bukan hanya soal infrastruktur secara fisik.

Namun, kata dia, persoalan ini harus menyentuh masalah mutu yang seharusnya lebih baik di IKN. 

"Tapi, akan lebih baik kalau misalnya yang digembar-gemborkan itu bukan infrastruktur fisik saja," ujarnya.

Saat ditanyakan minatnya soal insentif dan kemudahan naik pangkat, ASN ini justru menolak mentah-mentah suguhan ini. Dia lebih tertarik soal "memperbaiki kualitas hidup.”

Selain itu, kemudahan ASN di IKN yang bertempat tinggal dekat dengan kantor membuatnya pesimis dengan performa kinerja para pegawai negeri sipil ke depannya.

Dia berpendapat kalau hal ini kemungkinan dapat menjadi bumerang yang akan menurunkan minat kerja ASN. Kemudahan itu malah "tidak akan efektif” untuk mereka yang belum membangun etos kerja.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved