Ibu Kota Negara
Kisah Dedy Afandi, ASN yang Ingin Segera Dipindah ke IKN Kaltim, Berharap Tak Se-semrawut Jakarta
Dedy Afandi, seorang ASN di Kementerian Perdagangan secara terang-terangan tertarik untuk didahulukan pindah ke IKN Kaltim.
Berbeda dengan ASN Kemendikbud sebelumnya, pegawai negeri bernama Kharisma mengkhawatirkan masalah lingkungan hidupnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Tim DW Indonesia, Kharisma mengaku antusias dengan adanya pemindahan ini. Hanya saja, dia khawatir dan belum tahu soal keadaan tempat tinggal di IKN.
"Cuma "concern” yang enggak kalah pentingnya, mungkin lingkungan hidup, dari mulai tempat tinggal itu seperti apa kita belum tahu. Lingkungan fasilitas pendukung di sekitarnya kita belum tahu,” ungkap Kharisma kepada DW.
Kharisma mengatakan kalau dia belum berminat pindah ke IKN.
Berharap IKN "less-hectic" ketimbang Jakarta
Dedy Afandi, seorang ASN di Kementerian Perdagangan secara terang-terangan tertarik untuk didahulukan pindah ke IKN.
Dia sempat mengisi formulir dari Sekretariat tentang ketersediaan untuk pindah ke IKN.
Dalam formulir itu, kata Dedy, ada pertanyaan tentang fasilitas apa yang diharapkan oleh ASN jika pindah ke IKN.
Hanya saja dalam formulir tersebut tidak disertakan tanggal kepindahannya ke IKN.
Kepada DW dia menceritakan salah satu alasannya untuk didahulukan ke IKN, yakni soal gaya hidup yang selama ini dicarinya.
"Karena di sana lebih less-hectic dari Jakarta, lebih slow-living," ujar dia sambil menambahkan "ada kemungkinan insentif yang cukup untuk saya sebagai ASN."
"Hectic" menggambarkan situasi yang sibuk, kacau, dan tidak teratur, dan bisa membuat orang merasa kewalahan, stres, dan sulit menjaga keseimbangan dalam hidup mereka.
Situasi ini mungkin disebabkan oleh jadwal yang terlalu padat, tuntutan yang berlebihan, atau ketidakmampuan untuk mengatur waktu dengan efektif.
Sebagai seseorang yang memiliki kampung halaman di Pulau Kalimantan, tentunya hal ini juga membuat Dedy juga merasa lebih dekat dengan keluarganya.
Hanya saja, kata dia, faktor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi kekhawatiran dia dan keluarga.
Terlepas dari kesiapan fasilitas lain yang belum memadai, Dedy berterus terang kalau hal itu tidak terlalu menjadi masalah untuknya.
"Cuma concern kalau semua ke sana, ke pendidikan anak sih, kan yang belum ready itu pendidikan anak," kata Dedy kepada Tim DW Indonesia, sambil menambahkan "selain sekolah, sarana kesehatan juga penting untuk anak-anak dan keluarga.”
Dedy, yang sampai saat ini juga belum tahu kapan akan dipindah ke IKN, berharap kalau dalam waktu dekat dia memang akan ke IKN, fasilitas pendidikan anak tetap menjadi prioritasnya. Dia terang-terangan sangat bersedia pindah ke IKN "kalau pendidikan anak sudah settle."
Di tengah pertanyaan kapan ASN akan pindah ke IKN, Dedy juga berharap dapat dipindah secara bersamaan anak dan istri, supaya tetap berdekatan.
"Saya dan istri mendambakan kalau di IKN itu bisa ke kantor naik sepeda, anak-anak juga bisa naik sepeda ke sekolah. Kehidupan seperti itu mungkin menyenangkan buat dijalani," pungkas Dedy, seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Melihat Rasionalisasi Pemindahan ASN ke IKN.
Reporter DW Indonesia Iryanda Mardanus berkontribusi dalam liputan ini.
Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim
Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.