Sabtu, 13 Juni 2026

Opini

Nabi Muhammad SAW dan Spirit Perubahan

Sebagai manusia, Nabi Muhammad mempunyai kepribadian yang melampaui batas kewajaran yang dimiliki manusia pada umumnya.

Tayang:
Editor: Syaiful Syafar
DOK PRIBADI
Dr. H. Rudy Mas'ud, Bakal Calon Gubernur Kaltim. 

Perdebatan soal "bid'ah" terkait perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah meredup. Secara bertahap mulai hilang ditelan oleh semakin tingginya kesadaran umat atas pentingnya ekspresi cinta Nabi dan silaturahmi sosial. 

Umat semakin sadar bahwa perbedaan itu bagian dari pluralitas yang secara alamiah (sunnatullah) harus diterima. 

Maka, sikap saling menghargai, menghormati, bahkan mendukung satu sama lain disadari telah menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi syiar Islam.

Memperingati hari lahir Rasulullah secara substansial itu adalah bentuk rasa cinta umat kepada Nabinya. Bagaimana idelanya dalam mengekapresikan rasa cinta? 

Pertama, sam'an wa tha'atan (dengar dan taat). Bersedia menerima apa pun yang datang dari Rasulullah. Baik berupa perintah maupun larangan. 

Nilai-nilai apa pun yang dihadirkan oleh Rasulullah, itu pasti mendapatkan jaminan kebenaran dan kebaikan. 

Tidak ada nilai-nilai dari Rasulullah yang secara moral dan sains diragukan. Semua terkonfirmasi kebenaran dan kebaikannya. 

Inilah konsekuensi dari sebuah kepercayaan. Kalau anda percaya, ya  harus terima. Begitulah doktrin dan komitmen keimanan. 

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: "apa yang didatangkan Rasulullah, ambil. Yang dilarang, tinggalkan (Q.S Al-Hasr:7)."

Prinsip sami'na wa atha'na adalah pondasi keimanan yang paling mendasar. Dari sini, loyalitas dan militansi akan tumbuh.

Kedua, amal ma'ruf nahi mungkar. Rasulullah hidup secara aktif dalam memproduksi kebaikan amal (perbuatan baik). 

Ada hadis Nabi yang cukup populer: "Khoirunnas anfauhum linnas" (sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusa lainnya).

Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut secara moral untuk hidup bermanfaat. 

Sabda Rasulullah: "tidak beriman seseorang sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." 

Cinta itu konkret. Harus ada bentuknya. Apa bentuknya? memberi manfaat kepada sesama. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved