Opini
Nabi Muhammad SAW dan Spirit Perubahan
Sebagai manusia, Nabi Muhammad mempunyai kepribadian yang melampaui batas kewajaran yang dimiliki manusia pada umumnya.
Maka, di dalam iman ada perintah yang wajib dipenuhi sepert zakat. Ada juga anjuran infak, sedekah, dan wakaf. Semua ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab sosial.
Di dalam Al-Qur'an tidak disebutkan ada orang menyesal karena tidak menjalankan shalat, tidak puasa dan tidak haji. Tapi manusia menyesal karena tidak berinfaq. (Q.S. Al-Munafiquun: 10-11).
Semua ibadah ritual itu ujungnya berbuat baik dan memberi manfaat kepada orang lain. Shalat diakhiri dengan salam. Itu urusan sosial. Puasa diakhiri dengan zakat fitrah. Itu urusan sosial. Haji, ada DAM. Ini juga urusan sosial.
Ketiga, setiap Rasul diturunkan oleh Allah untuk membawa perubahan. Tidak ada Rasul yang tidak membawa misi perubahan.
Rasulullah, juga rasul-rasul yang lain mewariskan perubahan. Karena perubahan itu sunnatullah.
Masyarakat Indonesia mayoritas muslim, maka spirit perubahan harus disadari sebagai warisan dan ekspresi cinta Rasulullah. Indonesia tidak boleh stag. Harus terus bergerak dan melakukan perubahan. Berubah dari yang buruk ke yang baik. Dari yang baik ke yang lebih baik. Dari yang tradisional ke yang modern.
Perubahan juga harus terjadi tidak saja di pusat, tapi juga di daerah-daerah.
Dalam teori Herois Thomas Charlyle mengatakan: perubahan itu dimulai dari pemimpinnya.
Indonesia saat ini sedang melaksanakan Pilkada serentak yang tujuannya untuk mencari para pemimpin terbaik di negeri ini yang kelak akan menerima amanah untuk mengurus umat. Maka, setiap calon pemimpin yang bisa diharapkan untuk membawa perubahan mesti diberikan peluang, agar laju Indonesia punya rute perubahan.
Samarinda, 17 September 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240624_Rudy-Masud-Anggota-Komisi-III-DPR-RI-Dapil-Kaltim.jpg)