Ibu Kota Negara

Pembangunan IKN Penyebab Matinya Paus Sperma yang sempat Terdampar di Perairan Teritip Balikpapan

Greenpeace menyebut pembangunan IKN Kaltim menjadi salah satu penyebab matinya Paus Sperma yang sempat terdampar di perairan Teritip, Balikpapan.

Editor: Amalia Husnul A
HO/Bripka Taufik-DP3 Balikpapan
IKN PENYEBAB MATINYA PAUS SPERMA - Paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di perairan Muara Teritip, 35 kilometer utara pusat kota Balikpapan akhirnya mati. Paus setelah terdampar sejak Senin (22/9/2024). Greenpeace menyebut pembangunan IKN Kaltim menjadi salah satu penyebab matinya paus sperma yang sempat terdampar di perairan Teritip, Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Akhirnya, Paus Sperma (Physeter macrocephalus) yang sempat terdampar di perairan Muara Teritip, 35 kilometer utara pusat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mati.

Diketahui, Paus Sperma ini terdampar di perairan Muara Teritip, Balikpapan ini terdampar sejak Senin (22/9/20024).

Menurut Greenpeace, pembangunan IKN Kaltim menjadi salah satu penyebab matinya Paus Sperma yang sempat terdampar di perairan Muara Teritip, Balikpapan, Kaltim. 

Berdasarkan catatan Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Paus Sperma yang mati ini adalah paus keempat yang terdampar di Teluk Balikpapan.

Baca juga: Paus Sperma 40 Ton Terdampar di Balikpapan Mati, Bangkai Bakal Dipotong dan Dikubur

Baca juga: Paus Dilaporkan Terdampar di Perairan Teritip Balikpapan, Diduga Faktor Sakit hingga Efek Gempa Bumi

Baca juga: Kronologi Paus Terdampar di Perairan Balikpapan, Diperkirakan Berbobot 40 Ton

Pada tahun 2009 ada paus pembunuh palsu (Pseudoorca crassidens) yang terdampar di Pantai Lamaru.

Paus yang selintas pasti dikira orca ini juga akhirnya mati.

Sepuluh tahun kemudian, ada kejadian terdampar lagi.

Satu paus pembunuh kerdil (Feresa attenuata) terdampar pada Juni 2019 di Pantai Manggar.

Para relawan dan petugas berhasil menyelamatkannya dan paus kembali berenang ke laut lepas.

Namun pada Desember 2019, satu paus gigi sikat (Baleen whale) terdampar dan akhirnya mati di Pantai Seraya, pantai di pemukiman warga di dekat Lanud Dhomber TNI AU.

Mengganggu Jalur Migrasi Paus

Terkait fenomena ini, Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia Afdillah menilai matinya sejumlah paus di Teluk Balikpapan merupakan peringatan penting bahwa wilayah laut Indonesia jalur migrasi kunci bagi beragam spesies termasuk spesies langka dan dilindungi seperti Paus Sperma.

Paus sperma yang terdampar di perairan kawasan Teritip, Balikpapan. Paus dengan panjang sekitar 15 meter dan berat 40 ton ini diduga tersesat akibat faktor kesehatan atau gangguan sonar.TRIBUNKALTIM.CO/HO/BRIPKA TAUFIK
PAUS TERDAMPAR DI PERAIRAN TERITIP - Paus Sperma yang terdampar di perairan kawasan Teritip, Balikpapan. Greenpeace menyebut pembangunan IKN Kaltim menjadi salah satu penyebab matinya Paus Sperma yang sempat terdampar di perairan Teritip, Balikpapan.  (TRIBUNKALTIM.CO/HO-BRIPKA TAUFIK)

Afdillah menengarai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu penyebab matinya Paus Sperma ini.

Pembangunan IKN tidak hanya berdampak pada ekosistem di darat, tetapi juga berdampak pada ekosistem laut.

Baca juga: Viral! Ikan Paus Terlihat Muncul di Perairan Lamaru Balikpapan dan Mengejutkan Penumpang Kapal

Hal ini karena sebagian besar mobilisasi menuju IKN melalui laut sehingga meningkatkan kesibukan/intensitas transportasi di jalur pelayaran di Teluk Balikpapan.

"Tentu saja, pembangunan IKN mengganggu ekosistem laut di sekitarnya, termasuk jalur migrasi paus karena system navigasi ikan paus sangat sensitive dan rentan terganggu oleh aktivitas pelayaran," ujar Afidllah kepada Kompas.com, Jumat (27/9/2024).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved