Ibu Kota Negara
Pembangunan IKN Penyebab Matinya Paus Sperma yang sempat Terdampar di Perairan Teritip Balikpapan
Greenpeace menyebut pembangunan IKN Kaltim menjadi salah satu penyebab matinya Paus Sperma yang sempat terdampar di perairan Teritip, Balikpapan.
TRIBUNKALTIM.CO - Akhirnya, Paus Sperma (Physeter macrocephalus) yang sempat terdampar di perairan Muara Teritip, 35 kilometer utara pusat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mati.
Diketahui, Paus Sperma ini terdampar di perairan Muara Teritip, Balikpapan ini terdampar sejak Senin (22/9/20024).
Menurut Greenpeace, pembangunan IKN Kaltim menjadi salah satu penyebab matinya Paus Sperma yang sempat terdampar di perairan Muara Teritip, Balikpapan, Kaltim.
Berdasarkan catatan Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Paus Sperma yang mati ini adalah paus keempat yang terdampar di Teluk Balikpapan.
Baca juga: Paus Sperma 40 Ton Terdampar di Balikpapan Mati, Bangkai Bakal Dipotong dan Dikubur
Baca juga: Paus Dilaporkan Terdampar di Perairan Teritip Balikpapan, Diduga Faktor Sakit hingga Efek Gempa Bumi
Baca juga: Kronologi Paus Terdampar di Perairan Balikpapan, Diperkirakan Berbobot 40 Ton
Pada tahun 2009 ada paus pembunuh palsu (Pseudoorca crassidens) yang terdampar di Pantai Lamaru.
Paus yang selintas pasti dikira orca ini juga akhirnya mati.
Sepuluh tahun kemudian, ada kejadian terdampar lagi.
Satu paus pembunuh kerdil (Feresa attenuata) terdampar pada Juni 2019 di Pantai Manggar.
Para relawan dan petugas berhasil menyelamatkannya dan paus kembali berenang ke laut lepas.
Namun pada Desember 2019, satu paus gigi sikat (Baleen whale) terdampar dan akhirnya mati di Pantai Seraya, pantai di pemukiman warga di dekat Lanud Dhomber TNI AU.
Mengganggu Jalur Migrasi Paus
Terkait fenomena ini, Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia Afdillah menilai matinya sejumlah paus di Teluk Balikpapan merupakan peringatan penting bahwa wilayah laut Indonesia jalur migrasi kunci bagi beragam spesies termasuk spesies langka dan dilindungi seperti Paus Sperma.

Afdillah menengarai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu penyebab matinya Paus Sperma ini.
Pembangunan IKN tidak hanya berdampak pada ekosistem di darat, tetapi juga berdampak pada ekosistem laut.
Baca juga: Viral! Ikan Paus Terlihat Muncul di Perairan Lamaru Balikpapan dan Mengejutkan Penumpang Kapal
Hal ini karena sebagian besar mobilisasi menuju IKN melalui laut sehingga meningkatkan kesibukan/intensitas transportasi di jalur pelayaran di Teluk Balikpapan.
"Tentu saja, pembangunan IKN mengganggu ekosistem laut di sekitarnya, termasuk jalur migrasi paus karena system navigasi ikan paus sangat sensitive dan rentan terganggu oleh aktivitas pelayaran," ujar Afidllah kepada Kompas.com, Jumat (27/9/2024).
Nasib Proyek-proyek IKN Nusantara di Tangan Jokowi, Kans Mangkrak Besar Jika Keppres Belum Diteken |
![]() |
---|
Rencana Bangun Jalan Tol Bawah Laut IKN Nusantara di Kaltim, Belajar pada Australia dan Korea |
![]() |
---|
Daftar Konglomerat dan Para Naga di Mega Proyek IKN Senilai Rp 53,5 Triliun, Baru Satu yang Tuntas |
![]() |
---|
Konglomerat dan Para Naga di Mega Proyek IKN di Kaltim, Investasi Swasta Total Rp 53,5 Triliun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.