Ibu Kota Negara
Terbaru, Jokowi Akhirnya sebut Prabowo yang akan Teken Keppres Pemindahan Ibu Kota ke IKN Kaltim
Pernyataan Jokowi terbaru terkait IKN Kaltim. Akhirnya Jokowi sebut Prabowo yang akan teken Keppres pemindahan Ibu Kota Negara ke IKN Kaltim
TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Akhirnya, Presiden Jokowi (Jokowi) menyebut Presiden terpilih, Prabowo Subianto yang akan menandatangani Keppres pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke IKN Kaltim
Pernyataan Jokowi terkait Keppres pemindahan Ibu Kota Negara ke IKN Kaltim yang akan ditandatangani Prabowo Subianto ini disampaikan, Minggu (6/10/2024) ketika membuka acara Nusantara TNI Fun Run.
Sebelumnya, hingga akhir September 2024 lalu Jokowi masih menyebut Keppres pemindahan ibu kota ke IKN Kaltim bisa ditandatangani dirinya atau Prabowo selaku Presiden terpilih 2024-2029.
Presiden Jokowi urung mengeluarkan keputusan presiden (keppres) untuk meresmikan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Baca juga: Update Infrastruktur IKN Nusantara Kaltim, Tol Bawah Laut 1,82 Kilometer Terkoneksi Sama Balikpapan
Baca juga: Terjawab Sudah Kenapa Wakil Rakyat di Senayan Tak Lagi Dapat Rumdin, Sekjen DPR Singgung IKN Kaltim
Baca juga: Tol Bawah Laut IKN Sepanjang 1,82 Kilometer Lintasi Sungai Sepaku, Hubungkan KIPP dengan Balikpapan
Jokowi menyebut keputusan mengenai keppres itu akan ditentukan pemerintahan selanjutnya yang dipimpin Prabowo Subianto.
Pria yang pernah menjadi Wali Kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak bisa membuat keputusan strategis saat masa jabatannya tinggal tersisa tiga pekan lagi.
"Ya, mestinya gitu (Keppres ditandatangani Prabowo).
Presiden baru Pak Prabowo (yang menandatangani)," kata Jokowi, Minggu (6/10/2024).
Sebelum bisa diresmikan sebagai ibu kota baru, Nusantara memerlukan keppres sesuai ketentuan UU No 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.
Dalam UU tersebut, diatur bahwa pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara baru resmi terjadi setelah adanya keppres.
Jokowi menyebut keppres pemindahan ibu kota akan diputuskan terkait kesiapan-kesiapan di Nusantara.
Ayah dari wapres terpilih RI, Gibran Rakabuming Raka itu menekankan bahwa Nusantara harus memiliki infrastruktur yang lengkap dan ekosistem yang utuh sebelum bisa menjadi ibu kota.
"Sekali lagi saya sampaikan, memindahkan ibu kota itu tidak hanya urusan fisiknya saja, tapi membangun ekosistemnya itu yang perlu dan ekosistem itu harus jadi," kata Jokowi dikutip Antara.
Lebih lanjut, pemindahan ibu kota ke Nusantara disebutnya harus didahului kepastian infrastruktur pendukung seperti rumah sakit, pusat keramaian, serta sarana pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi.
Baca juga: Tol Bawah Laut IKN Sepanjang 1,82 Kilometer Lintasi Sungai Sepaku, Hubungkan KIPP dengan Balikpapan
"Kemudian masalah yang berkaitan dengan logistik, di mana kita mencari sesuatu barang, di mana kita mencari sesuatu, ingin beli barang, semuanya itu harus siap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240528_jokowi-prabowo.jpg)