Berita Samarinda Terkini

Kebingungan Warga soal Desain Tugu Pesut di Samarinda, DPUPR sebut Makna Tugu yang Habiskan Rp 1,1 M

Kebingungan warga soal desain Tugu Pesut di Samarinda yang tengah jadi sorotan. DPUPR ungkap makna terkait ikon kota yang habiskan anggaran Rp 1,1 M

Penulis: Aro | Editor: Amalia Husnul A
TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari
DESAIN TUGU PESUT - Tugu Pesut Mahakam, ikon baru Samarinda setinggi 8 meter, hadir dengan desain siluet abstrak yang melambangkan fauna khas Sungai Mahakam. Meski menuai beragam tanggapan, tugu ini diharapkan menjadi simbol pelestarian dan kebanggaan kota. Kebingungan warga soal desain Tugu Pesut di Samarinda yang tengah jadi sorotan. DPUPR ungkap makna terkait ikon kota yang habiskan anggaran Rp 1,1 M 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Keberadaan Tugu Pesut di Simpang Mall Lembuswana, Kota Samarinda, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan warga.

Tugu Pesut yang digadang-gadang menjadi ikon baru kota Samarinda ini menjadi sorotan lantaran desainnya tidak mudah dimaknai oleh warga.

Warga kebingungan memaknai desain Tugu Pesut di Samarinda yang menurut DPUPR Samarinda adalah siluet pesut Mahakam.

Diketahui pesut Mahakam adalah lumba-lumba air tawar yang terancam punah yang ditemukan di perairan Sungai Mahakam. 

Baca juga: Penampakan Tugu Pesut yang Jadi Ikon Baru Samarinda yang Habiskan Rp 1,1 M, Tinggi 8 Meter

Warga pun ramai memberikan komentar terkait keberadaan Tugu Pesut di Samarinda.

Tugu Pesut ini dibangun dengan konstruksi baja setinggi 8 meter dan dilapisi kabel plastik daur ulang, desain tugu ini menggambarkan siluet Pesut Mahakam, mamalia air tawar khas Sungai Mahakam yang hampir punah.

Desain siluet pesut Mahakam warna merah ini diakui sejumlah warga mengakui kesulitan memahaminya. 

Ajib, warga Teluk Lerong Ilir, mengatakan bahwa desain tugu tersebut sulit dimaknai. 

"Kalau saya pribadi agak susah memaknainya. Tidak dapat referensi maknanya.

Awalnya saya kira itu hanya garis biasa, baru tahu juga kalau itu ternyata pesut," ujarnya.  

Pendapat serupa disampaikan oleh Norliana, warga Sempaja Timur, yang mengusulkan agar desain ikon Kalimantan dibuat lebih jelas. 

"Menurut saya alangkah baiknya harusnya ikon Kalimantan biar jelas bentuknya, sekalian saja bentuk Pesut Mahakam. 

TUGU PESUT - Penampakan Tugu Pesut di simpang Mall Lembuswana, Samarinda. Tugu Pesut digadang-gadang menjadi ikon baru kota Samarinda.
DESAIN TUGU PESUT - Penampakan Tugu Pesut di simpang Mall Lembuswana, Samarinda. Kebingungan warga soal desain Tugu Pesut di Samarinda yang tengah jadi sorotan. DPUPR ungkap makna terkait ikon kota yang habiskan anggaran Rp 1,1 M (TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari)

Karena kalau kita menjelaskan ke anak-anak atau bagi orang yang tidak tahu bentuk Pesut Mahakam itu bagaimana, jadi lebih mudah dipahami," tuturnya.  

Sementara itu, Riri, warga Cendana, awalnya juga kesulitan mengidentifikasi bentuk tugu tersebut.

Baca juga: Tugu Pesut di Simpang Lembuswana Jadi Ikon Baru Kota Samarinda, Habiskan Anggaran Rp 1,1 Miliar

Bahkan dirinya ragu bahwa desain tersebut bermakna fauna khas Kalimantan.

"Awal diberitahu lewat sosial media itu pesut, saya nggak percaya. 

Karena dilihat sekilas itu nggak ada bentuk pesut. Lebih mirip angka 0, tapi setelah lihat dari beberapa sudut (dari jauh), baru paham kalau itu memang bentuk dari pesut.

Kalau dilihat dari sudut yang benar, bagian merah dari tugu itu membentuk garis pinggir dari pesut," jelasnya.  

Sebelumnya, Kabid Cipta Karya DPUPR Samarinda, Andriani Hanina, menjelaskan bahwa desain abstrak tugu yang dibangun dengan anggaran APBD 2024 senilai Rp 1.1 Miliar ini memang dirancang sebagai siluet Pesut Mahakam. 

Meskipun menuai berbagai tanggapan, kehadiran Tugu Pesut Mahakam diharapkan dapat menjadi simbol kebanggaan Samarinda, sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya melestarikan fauna khas Sungai Mahakam tersebut.

"Menurut arsiteknya, bentuk ini adalah representasi siluet pesut," katanya.

DPUPR Kota Samarinda melalui Instagramnya @dpuprkotasamarinda juga telah mengumumkan soal desain Tugu Pesut ini. 

Dalam unggahannya, disebutkan Tugu Pesut ini merupakan revitalisasi Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha yang terbangun sebelumnya.

"Tugu Pesut berfungsi sebagai elemen estetika kota dan juga menjadi simbol keindahan alam kota, tetapi juga menggambarkan ekosistem khas Sungai Mahakam yang identik dengan Pesut Mahakam. 

Tugu Pesut ini diharapkan dapat menjadi ikon baru Samarinda dan menarik lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi kota ini."

Baca juga: Teras Samarinda Jadi Ikon Baru, DPRD Minta Pemkot Seimbangkan Unsur Modern dan Kearifan Lokal

Gambaran Tubuh Pesut Mahakam

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Uwim Mursalim menyebut bahwa proyek pembangunan Tugu Pesut Mahakam ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 dengan total anggaran Rp 1,1 miliar. 

Selain tugu, area di sekitarnya juga dilengkapi dengan lampu sorot, jalur pejalan kaki, dan area hijau yang dirancang untuk mempercantik kota sekaligus memberikan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.  

"Saat ini warga Samarinda sudah bisa menikmati ikon baru ini, yang menampilkan gambaran tubuh Pesut Mahakam," ujar Uwim. 

Ia menambahkan bahwa tujuan utama pembangunan tugu ini adalah mengangkat kembali identitas Pesut Mahakam yang populasinya semakin menurun. 

"Ini merupkan salah satu upaya untuk mengingatkan masyarakat tentang hewan khas kita yang hampir punah," katanya.  

Uwim menjelaskan, sebelum konstruksi dimulai, setidaknya terdapat tiga desain yang diajukan oleh tim perencana kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Desain yang dipilih adalah yang kini berdiri megah. 

Jadwal Peresmian Tugu Pesut

"Informasinya begitu dari tim perencana.

Namun kami hanya bertugas sebagai pelaksana saja," tambah Uwim.  

Menambahkan, Kabid Cipta Karya DPUPR Samarinda Andriani Hanina menjelaskan bahwa bentuk tugu tersebut memang dirancang sebagai siluet Pesut Mahakam. 

"Menurut arsiteknya, ini adalah representasi siluet pesut," tuturnya, Rabu (1/1/2025).  

Namun, hingga saat ini, waktu peresmian Tugu Pesut Mahakam masih menunggu arahan dari Wali Kota Samarinda

"Kami mengikuti arahan saja soal peresmian," singkat Andriani.

Baca juga: Victor Yuan Harap Desa Budaya Pampang jadi Ikon Kota Samarinda

(TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari)

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved