Berita Samarinda Terkini
Skatepark Bessai Berinta Bontang Terbengkalai, Pegiat Skateboard Mengaku Kecewa
Skatepark Bessai Berinta dibiarkan terbengkalai meski renovasi Stadion Bessai Berinta Bontang tahun lalu menelan anggaran lebih dari Rp 10 miliar
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG – Skatepark Bessai Berinta dibiarkan terbengkalai meski renovasi Stadion Bessai Berinta Bontang tahun lalu menelan anggaran lebih dari Rp 10 miliar.
Kondisi ini disayangkan komunitas skateboard Kota Bontang yang merasa diabaikan, meskipun mereka telah mengusulkan perbaikan sejak 2019 lalu.
Perwakilan Komunitas Bontang Skateboard, Firman Risky Saputra, menyatakan kekecewaannya karena fasilitas tersebut tak tersentuh perbaikan sama sekali.
"Sempat mau diperbaiki, tapi terhalang Covid-19 sampai sekarang nggak tersentuh. Sayang sekali, stadion direnovasi, tapi skatepark justru dibiarkan," ujar Risky kepada Tribunkaltim, kemarin.
Risky menjelaskan, kondisi skatepark saat ini rusak hingga 80 persen. Kerusakan meliputi lantai yang retak dan pipa besi yang mulai berkarat, yang berpotensi membahayakan keselamatan para pemain skateboard saat berlatih.
Baca juga: Komisi C DPRD Bontang Sidak Proyek Stadion Bessai Berinta, Sahib: Maaf Ini Tidak Beres
Baca juga: Telan Anggaran Rp10,5 Miliar, Peresmian Stadion Bessai Berinta Bontang Ditunda
Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan fasilitas tersebut sebagai ruang publik yang layak, terutama karena komunitas skateboard di Bontang memiliki banyak prestasi baik di tingkat lokal maupun nasional.
Selain itu, komunitas ini juga tergabung dalam Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi).
"Kami tidak meminta banyak, cukup sediakan tempat latihan yang sesuai standar agar kami bisa berlatih dengan aman," tegasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikri, berjanji akan mendorong aspirasi komunitas skateboard dengan mengajak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispopar) serta Komisi B untuk membahas persoalan tersebut lebih lanjut.
“Saya memang bukan bagian dari komisi yang membidangi langsung, tetapi tadi ada Komisi B, Awinardi, yang siap membantu memperjuangkan aspirasi ini,” ujar Alfin.
Ia berjanji akan menyampaikan keluhan ini kepada pemerintah dan mendorong adanya perhatian lebih terhadap fasilitas olahraga di Bontang, termasuk untuk mendukung potensi atlet lokal yang berprestasi.
"Insya Allah, kami akan berupaya mengusulkan perbaikan skatepark ini pada APBD murni 2026," bebernya.
Terpisah, Winardi juga mengamini pernyataan Alfin. Menurutnya fasilitas publik seperti skatepark adalah hak masyarakat yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah.
"Fasilitas publik adalah hak masyarakat yang harus dipenuhi karena menyangkut akses ruang bagi warga untuk beraktivitas, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri," ujarnya.
Baca juga: Renovasi Stadion Bessai Berinta Bontang Belum Selesai, Pemkot Optimistis Siap Digunakan 2025
Politisi PDIP ink menambahkan, fasilitas seperti skatepark tidak hanya sekadar tempat bermain, tetapi juga sarana penunjang aktivitas positif, terutama bagi generasi muda yang ingin menyalurkan minat dan bakatnya di bidang olahraga ekstrem.
"Kami akan mendorong agar fasilitas seperti skatepark diperhatikan dalam perencanaan pembangunan kota. Ini demi memastikan masyarakat, khususnya anak muda, memiliki ruang berekspresi yang memadai," pungkasnya. (*)
| UT Samarinda Bekali Lulusan Hadapi Era AI Lewat Seminar Akademik |
|
|---|
| 49.742 Warga Samarinda Korban Kebijakan Pemrov Kaltim, Andi Harun Tolak Pengalihan Beban Iuran JKN |
|
|---|
| Walikota Samarinda Andi Harun Pertanyakan Kebijakan Redistribusi JKN Pemprov Kaltim |
|
|---|
| Polresta Samarinda Pastikan Layanan SIM dan SKCK Tetap Normal Meski WFH |
|
|---|
| Samsat Malam Samarinda Square Kembali Beroperasi, Layanan Pajak Dibuka Hingga Malam |
|
|---|