Kamis, 30 April 2026

Berita Kaltim Terkini

DPRD Kaltim Minta Jembatan Mahakam Samarinda Ditutup Sementara, Sapto: Jangan Asal Bicara Aman

DPRD Kaltim minta Jembatan Mahakam Samarinda ditutup sementara, Sapto sebut jangan asal bicara aman.

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Diah Anggraeni
Dokumentasi Pribadi
JEMBATAN MAHAKAM DITABRAK - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim yang juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Provinsi Kaltim, Sapto Setyo Pramono menilai Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) yang berbicara tanpa dasar, Minggu (16/2/2025). Ia meminta agar Jembatan Mahakam pasca ditabrak kapal tongkang pengangkut kayu ditutup karena menyangkut aspek keselamatan (DOKUMENTASI PRIBADI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kapal tongkang dengan nama lambung Indosukses 28 bermuatan kayu yang ditarik tugboat (TB) MTS 28 menabrak pilar Jembatan Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (16/2/2025) sekira pukul 15.50 Wita.

Dampaknya, terjadi kerusakan di bagian pilar tiga (P3) jembatan yang mengakibatkan pergeseran, termasuk bagian jalan yang merenggang sekitar 9 milimeter.

Meski demikian, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) menilai, Jembatan Mahakam masih aman untuk aktivitas atau dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Namun, Wakil Ketua Komisi II Sapto Setyo Pramono mengatakan, BBPJN menyampingkan aspek keselamatan masyarakat.

Rapat Koordinasi dengan Pemprov Kaltim dan pihaknya telah tegas merekomendasikan agar jembatan ditutup sementara agar.

“Surat rekomendasi pimpinan DPRD juga telah kami luncurkan ke Pak Gubernur agar menutup aktivitas jembatan secepat-cepatnya. Karena menyangkut nyawa rakyat Kaltim, jangan berbicara aspek teknis dulu,” ungkapnya, Jumat (21/2/2025).

Baca juga: Sikap BBPJN Dipertanyakan DPRD Kaltim, Soroti Keamanan Jembatan Mahakam Samarinda

Politikus Golkar ini juga merasa heran dengan sikap BBPJN yang hanya melihat dari sisi teknis tanpa audit menyeluruh pasca tabrakan.

Dasar BBPJN menegaskan bahwa jembatan aman, langsung ditepis Sapto.

Ia menganggap jangan hanya berbicara bahwa Jembatan Mahakam Samarinda masih aman pasca insiden tabrakan.

BBPJN perlu investigasi menyeluruh dengan menutup aktivitas jembatan mahakam.

Ia pun mengingatkan bahwa Jembatan Mahakam bukan baru sekali tertabrak.

Ia juga mencontohkan ambruknya jembatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, 2011 lalu.

Kini, jembatan Mahakam Samarinda tanpa fender pada pilar serta adanya pergeseran sambungan siar muai sekitar 9 milimeter tersebut, Sapto mempertanyakan apakah BBPJN ataupun Kementerian PUPR siap bertanggung jawab jika nanti malah berakhir sebagai bencana. 

“Kepala BBPJN berbicara aspek teknis, mengatakan aman, apa dasarnya? Beliau semestinya menghentikan dulu aktivitas di bawah serta atas Jembatan, melakukan investigasi menyeluruh, tabrakan ini bukan main–main, sudah menghancurkan fender pier jembatan utama, kini sudah tidak ada satupun pengaman di pilar, andaikata ini dibiarkan tetap beraktivitas, siapa yang diminta tanggung jawab kalau ada musibah penabrakan kembali? (pasca peristiwa kemarin,” bebernya.

“Jika jembatan tidak ada fender maka tidak layak untuk dilakukan pengolongan berdasarkan persyaratan peraturan pelayaran artinya lalu lintas sungai wajib STOP,” sambungnya.

Baca juga: Beda Sikap BBPJN Kaltim soal Penutupan Jembatan Mahakam, Anggota Komisi II: Siap Tanggung Jawab?

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved