Breaking News

Berita Kaltim Terkini

Pama Baya Berhasil Produksi Pupuk Kompos, Salurkan ke Kelompok Wanita Tani dan Posyandu di Kukar

PT Pamapersada Nusantara site Baya (Pama Baya) telah berupaya untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos

TRIBUNKALTIM.CO/HO/ Pama Baya
PUPUK KOMPOS - Penyerahan pupuk kompos oleh Pama Baya diberikan ke masyarakat melalui pihak Corporate Social Responsibility (CSR) Department Pama Baya, sabtu (22/2/2025). 675 kilogram pupuk kompos dibagikan ke dua lokasi berbeda, yaitu Posyandu Sejahtera I dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Pariaman Mandiri yang berada di Desa Bukit Pariaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. (TRIBUNKALTIM.CO/HO/ Pama Baya) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Permasalahan sampah baik organik maupun anorganik masih menjadi persoalan yang masih terjadi di tengah masyarakat. 

Namun demikian, PT Pamapersada Nusantara site Baya (Pama Baya) telah berupaya untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos

Project Manager Pama Baya, Fedo Ferdiansyah melalui CSR Pama Baya, Ghani Rasyid Ning menjelaskan inovasi yang dibuat pihaknya.

Sampah organik berasal dari sisa dapur dan daun-daun kering di sekitar mess Pama Baya diproduksi menjadi pupuk kompos

Hasil pupuk kompos inilah yang oleh Pama Baya diberikan kepada masyarakat melalui pihak Corporate Social Responsibility (CSR) Department Pama Baya.

Baca juga: Bank Sampah Sehat Kukar Bakal Tingkatkan Pembuatan Produk Pupuk Kompos

Sekitar 675 kilogram pupuk kompos dibagikan ke dua lokasi berbeda, yaitu Posyandu Sejahtera I dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Pariaman Mandiri yang berada di Desa Bukit Pariaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Posyandu Sejahtera I kami berikan kompos untuk melengkapi tanaman obat keluarga (Toga) yang sedang ditanam, sedangkan KWT Pariaman mandiri masuk ke dalam area Program Kampung Iklim (Proklim) binaan Pama Baya yang berada di Dusun Suka Sari dan saat ini sedang menanam cabai,” jelas Ghani, Sabtu (22/2/2025).

Ghani menambahkan bahwa selain mendukung program-program CSR yang berjalan, ini juga salah satu upaya Pama Baya untuk mengelola sampahnya. 

“Untuk sampah plastik dipilah lalu dikelola oleh Bank Sampah binaan, sedangkan untuk sampah organik kita ubah menjadi pupuk kompos di Rumah Kompos Mess Pama Baya,” sambungnya. 

Ia berharap dengan adanya upaya ini dapat merubah sampah menjadi berkah bagi masyarakat sekitar.

“Kami harap, inovasi ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan kegiatan ini akan terus berjala,” sebut Ghani.

Sementara itu, Ketua Proklim Suka Sari, Paiman menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Pama Baya yang terus mendukung kegiatan-kegiatan Proklim di dusun Suka Sari. 

Baca juga: Gagas Urban Farming, Warga RT 23 Telihan Bontang Produksi Massal Pupuk Kompos untuk Dijual

Termasuk kali ini yang mana memberikan pupuk kepada kelompok tani dan posyandu.

“Proklim kami sudah mendapatkan strata Utama di tahun 2023, tetapi Pama tetap konsisten melakukan pembinaan dan dukungan-dukungan terhadap kegiatan kami,” ujar Paiman. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved