Berita Kaltim Terkini

GPEI Kaltim Tolak Penutupan Alur Pelayaran di Bawah Jembatan Mahakam Samarinda, Ini Alasannya

GPEI Kaltim tolak penutupan alur pelayaran di bawah Jembatan Mahakam Samarinda, ini alasannya.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Rita Lavenia
JEMBATAN MAHAKAM DITUTUP -  Sekretaris Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Kalimantan Timur, Hasrun Jaya saat menyampaikan penolakan pihaknya terkait rekomendasi penutupan alur pelayaran di bawah Jembatan Mahakam Samarinda usai menghadiri rapat di KSOP Samarinda, Kamis (27/2/2025). Ia mengatakan bahwa penutupan alur pelayaran untuk satu hari saja akan memberi dampak besar terhadap aspek ekonomi masyarakat.(TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) secara tegas menolak rekomendasi penutupan alur pelayaran di bawah Jembatan Mahakam I Samarinda yang dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim).

Sekretaris GPEI Kaltim, Hasrun Jaya mengatakan, alur pelayaran di bawah Jembatan Mahakam merupakan urat nadi perekonomian di Benua Etam.

Oleh sebab itu, penutupan alur pelayaran bahkan untuk satu hari saja pun akan memberi dampak besar terhadap aspek ekonomi masyarakat.

"Dari hulu sampai ke hilir pendistribusian barang melalui jalur sungai akan terdampak. Mulai dari tenaga bongkar-muat sampai ekspornya. Semua ini sangat berdampak," tegas Hasrun Jaya usai mengikuti rapat tertutup bersama KSOP Samarinda, Kamis (27/2/2025).

Baca juga: Tak Setuju Alur Pelayaran di Jembatan Mahakam Samarinda Ditutup, Insan Maritim Beri Alternatif Lain

Oleh sebab itu, GPEI Kaltim dengan tegas menolak adanya penutupan jalur sungai di bawah Jembatan Mahakam 1.

"Harapan kami tentu harapan ini bisa diakomodir oleh para legislatif, karena kami ini termasuk dari masyarakat yang berkepentingan di jalur Sungai Mahakam," pungkasnya.

Sebagai informasi, tertabraknya Jembatan Mahakam I Samarinda oleh Tongkang Indo Sukses 28 dengan muatan kayu yang ditarik TB MTS 28 pada Minggu (16/2/2025) kemarin menjadi pembahasan panjang di berbagai kalangan.

Baca juga: Jembatan Mahakam I Ditutup Sementara, Dishub Kaltim Alihkan Lalu Lintas ke Jembatan Mahakam IV

Insiden ke-22 kalinya tersebut membuat 2 fender atau pengaman pilar Jembatan Mahakam hancur.

Dengan kondisi ini, DPRD Kaltim mendesak agar Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) menutup sementara Jembatan Mahakam.

Selain itu, dengan hilangnya fender tersebut, demi keselamatan masyarakat, DPRD Kaltim juga merekomendasikan agar KSOP dan Pelindo Samarinda menutup sementara alur pelayaran yang ada di bawah Jembatan Mahakam demi keselamatan masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved