Selasa, 21 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Produksi Sampah di Samarinda Sehari 600 Ton, Kini Meningkat 15 Persen

Produksi sampah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang seharinya mencapai 600 ton kini meningkat 15 persen.

Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari
TUMPUKAN SAMPAH - Tumpukan sampah di TPS Gunung Arjuna, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (26/2/2025). DLH Samarinda menyebut hal ini bukan dampak dari efisiensi anggaran, melainkan kendala teknis dan perilaku masyarakat yang membuang sampah di luar peraturan. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah, terutama pada bulan suci Ramadan, di tengah tantangan yang dihadapi, seperti kerusakan beberapa armada pengangkut sampah.

Kepala DLH melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Boy Leonardo Sianipar menjelaskan, bahwa sebelumnya sejumlah armada pengangkut sampah mengalami kerusakan dalam jarak waktu yang berdekatan, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor cuaca dan usia kendaraan.

Namun, pihaknya telah melakukan perbaikan dengan meminta bengkel rekanan untuk memprioritaskan perbaikan armada tersebut.

“Saat ini, sebagian besar armada sudah mulai pulih dan kembali beroperasi. Strategi kami sebenarnya tidak jauh berbeda, yaitu memaksimalkan apa yang ada," ujar Boy saat ditemui TribunKaltim.co di Kantor DLH Samarinda, Jalan  MT Haryono, Rabu (5/3/2025).

Baca juga: Volume Sampah di Samarinda Naik selama Ramadan, DLH Pastikan Pengelolaan Tetap Maksimal

DLH mencatat bahwa setiap harinya Samarinda menghasilkan sekitar 600 ton sampah.

Namun, jumlah ini meningkat sekitar 10 hingga 15 persen di awal Ramadan lantaran banyak warga yang melakukan pembersihan rumah sebelum memasuki bulan puasa.

"Namun di minggu kedua cenderung stabil, tetapi menjelang akhir Ramadan dan Idulfitri, peningkatannya bisa mencapai 30 persen," jelasnya.

Menurut grafik di tahun-tahun sebelumnya, lonjakan volume sampah biasanya juga terjadi menjelang Idulfitri, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, seperti buka puasa bersama dan kegiatan keagamaan pada malam hari.

Untuk mengantisipasi hal ini, Boy memastikan bahwa DLH telah menyiapkan skenario kerja lembur bagi petugas kebersihan jika diperlukan.

“Dan di tahun ini sepertinya tidak terlalu jauh sekitaran itu saja. Bahkan kami sudah mempersiapkan juga skenario lembur ketika memang diperlukan. Jadi, DLH Kota Samarinda memang tidak pernah menyerah untuk melakukan pembersihan secara maksimal,” papar Boy.

Baca juga: Penjelasan DLH Samarinda Terkait Penyebab Penumpukan Sampah di Kota Tepian

Di sisi lain, DLH Samarinda saat ini mengoperasikan setidaknya 67 unit armada pengangkut sampah yang terdiri dari 41 dump truck dan 26 armroll yang digunakan untuk mengangkut kontainer sampah

Setiap hari, armada tersebut melakukan sekitar 200 kali perjalanan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Selain itu, DLH juga didukung oleh 315 petugas kebersihan yang bekerja untuk mengelola sampah di seluruh wilayah kota.

“Itu untuk meng-cover seluruh wilayah kota Samarinda. Jadi unit kami yang sejumlah 67 tadi, itu rata-rata tiga kali sehari masuk ke TPA untuk mengantarkan sampah,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved