Minggu, 12 April 2026

Gunakan JKN, Cuci Darah di Luar Kota pun Tak Masalah

Gunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan, cuci darah di luar kota pun tak masalah.

Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Diah Anggraeni
HO/BPJS Kesehatan Balikpapan
CUCI DARAH - Hoirul Anam harus berjibaku dengan rutinitas cuci darah. Untungnya perjalanan hidup ditemani program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.( HO/BPJS KESEHATAN BALIKPAPAN) 

TRIBUN KALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tiga belas tahun menjalani cuci darah atau hemodialisis tidak menyurutkan semangat Hoirul Anam (50) untuk melanjutkan perjalanan hidupnya.

Walaupun harus berjibaku dengan rutinitas cuci darah, untungnya perjalanan Hoirul ditemani oleh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Hoirul sudah terdaftar menjadi peserta jaminan kesehatan sejak zaman Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Kini, Hoirul terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kota Balikpapan.

“Saya sudah cuci darah selama belasan tahun, dari awal memang sudah melakukannya di RS Tentara (RS Dr. R. Hardjanto-red) ini. Jadwalnya satu minggu dua kali, Senin sama Kamis. Saya juga sering ke Madura karena punya rumah di sana, paling sekitar setengah bulan saya di sana. Enaknya pakai JKN, saya juga bisa cuci darah di rumah sakit sana di Madura pakai rujukan dari sini,” ujar Hoirul pada Rabu (12/3/2025).

Baca juga: Ini Kata Nakes Tentang Kondisi Gawat Darurat yang Ditanggung Program JKN

Hoirul yang kesehariannya membantu istrinya berjualan nasi kuning, merasa bersyukur karena bisa tetap menjalani hemodialisis walaupun sedang berada di luar kota.

Hal tersebut sangat membantu dirinya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan hidupnya.

Bapak tiga anak tersebut juga bercerita bahwa awal mula dirinya harus mulai menjalani cuci darah adalah karena dirinya memiliki riwayat penyakit hipertensi.

“Saya memang ada riwayat hipertensi, tapi dulu jarang kontrol ke dokter karena sibuk kerja. Lambat laun kondisi saya makin menurun, sampai akhirnya pada waktu periksa ke dokter, dokter bilang sudah kena ke ginjal. Akhirnya saya harus cuci darah,” ujar Hoirul.

Ditanyai tentang pelayanan yang didapatkan selama menjalani cuci darah di rumah sakit, Hoirul merasa puas dan sangat terbantu karena mudahnya prosedur berobat yang ia rasakan sendiri.

Mulai dari pendaftaran, proses cuci darah, sampai layanan obat, semua diperoleh Hoirul dengan lancar tanpa hambatan.

“Alhamdulillah, selama ini kalau mau daftar cukup bawa rujukan dari Puskesmas dan tidak perlu repot bawa dokumen-dokumen. Nggak ada juga iur biaya yang diminta petugas Puskesmas dan rumah sakit. Saya kan juga kontrol tiap bulan ke dokter dan dikasih obat hipertensi untuk diminum setiap hari. Semuanya ditanggung BPJS Kesehatan,” jelas Hoirul.

Baca juga: Polwan Ini Buktikan Langsung Manfaat Program JKN

Di akhir pertemuan dengan Hoirul, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan harapannya terhadap keberlangsungan program JKN.

Menurutnya, besar harapannya agar masyarakat Indonesia yang sudah terdaftar sebagai peserta program JKN dapat memanfaatkan haknya dengan baik.

Meski sudah menjadi peserta JKN, bagi Hoirul, menjaga badan supaya tetap sehat adalah hal yang utama.

“Semoga BPJS Kesehatan bisa terus menghadirkan Program JKN untuk membantu kita para pasien hemodialisis. Menurut saya juga sangat penting untuk terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan aktif selagi masih sehat, karena sakit itu tidak ada yang tahu datangnya kapan. Saya yakin nggak bisa bertahan sih kalau nggak ada BPJS Kesehatan. Saya ucapkan terima kasih sekali lagi,” ungkap Hoirul. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved