Breaking News
Minggu, 31 Mei 2026

Ramadhan 2025

Merawat Kemabruran Puasa 21 - Dari Takut ke Taqwa

Kata taqwa tidak bisa diartikan dengan takut karena mungkin tingkat kebenarannya hanya 35 persen, terutama jika dihubungkan dengan Allah SWT.

Tayang:
Editor: Syaiful Syafar
nasaruddinumar.id
NASARUDDIN UMAR - Foto arsip Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, Imam Besar Masjid Istiqlal saat di Masjid Istiqlal, Jakarta. 

Sulit dibayangkan seseorang akan mencintai Tuhannya sementara orangtua yang secara visual memenuhi seluruh keperluannya tidak ia cintai.

Latihan mencintai Tuhan ialah mencintai orangtua. 

Dalam Al-Qur'an disebutkan: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (Q.S. al-Isra'/17: 23).

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa 18 - Dari Tahmid ke Syukur

Dalam ayat di atas ketaatan terhadap orangtua didempetkan dengan pengabdian kepada Allah SWT.

Ayat di atas seolah menafikan kebaikan terhadap Tuhan tanpa kebaikan kepada kedua orangtua.

Dalam hadis disebutkan: "Ridho Tuhan terletak pada ridho kedua orangtua". 

Dengan kata lain, jika ingin melihat tersenyum atau sedih, buatlah orangtuanya senang atau marah.

Kata bertaqwa kepada Tuhan artinya takut, cinta, dan seganlah kepada Tuhan. (*)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved