Kamis, 23 April 2026

Berita Pemprov Kaimantan Timur

Gubernur Kaltim Cek Dua SPBU di Samarinda, Hasilnya Belum Ditemukan BBM Terkontaminasi

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud cek dua SPBU di Samarinda, hasilnya belum ditemukan BBM terkontaminasi.

Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Diah Anggraeni
Adpimprov Kaltim/Arief
SIDAK BBM - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud dan Sekretaris Daerah Sri Wahyuni saat melakukan pengecekan SPBU di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda, Sabtu (5 /4/2025). Hasil pemantauan, kualitas pertalite dan pertamax sesuai standar.(ADPIMPROV KALTIM/ARIEF) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Merespons keluhan masyarakat soal banyaknya motor dan mobil mogok setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Rudy Mas'ud (Harum) langsung melakukan pengecekan lapangan.

Pengecekan pertama dilakukan ke SPBU di kawasan Jalan Slamet Riyadi.

Sampai di SPBU ini, Gubernur Harum langsung meminta dilakukan pengecekan kualitas pertalite dan pertamax.

Dua bahan bakar yang paling banyak digunakan dan dikeluhkan oleh masyarakat.

"Merespons keluhan masyarakat, kami langsung lakukan pengecekan lapangan. Kami cek langsung tangki timbun untuk pertalite dan pertamax," kata gubernur di SPBU Jalan Slamet Riyadi, Sabtu (5 /4/2025).

"Semua clear and clean ya. Memang bersih dan tidak terkontaminasi air dan lain-lain," lanjut gubernur.

Baca juga: Warga Kecewa Komentar Gubernur Kaltim Soal Kendaraan Mogok, Warga: Lalu Kita Mengadu ke Siapa

Pengecekan dilakukan dengan menempelkan pasta air pada tongkat  besi panjang, kemudian dicelupkan ke dalam tangki timbun pertalite dan pertamax yang masing-masing berkapasitas 24 KL.

"Kalau BBM ini mengandung air biar setetes saja, tongkat besi yang sudah diberi pasta air ini akan berubah warna menjadi merah. Tapi di sini clear and clean. Aman, bersih," tegas Gubernur lagi.

Sampel yang diambil dari SPBU tersebut juga menunjukkan masih memenuhi standar.

Standarisasi 0,70-0,75. Sedangkan di SPBU ini tercatat 0,71. Artinya masih dalam batas standar.

Namun Gubernur Harum mengaku  belum secara persis mendapatkan data tentang berapa banyak kendaraan yang mengalami kerusakan atau brebet setelah mengisi BBM di SPBU .

Di Kaltim sendiri terdapat ratusan ribu bahkan jutaan kendaraan.

Belum diketahui secara persis berapa persen dari kendaraan-kendaraan yang sudah mengisi BBM di SPBU yang kemudian langsung bermasalah.

Namun demikian, Gubernur Harum mengaku akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait tentang apa yang terjadi sebenarnya agar bisa segera ditemukan solusi terbaiknya, sehingga tidak semakin banyak kendaraan yang rusak.
 
Selain akan melakukan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini, gubernur tetap menyarankan agar masyarakat secara rutin melakukan pengecekan dan mengganti oli dan filter BBM.

Baca juga: Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Pertamina Sidak SPBU di Samarinda, Tegaskan Jaga Kualitas BBM

Faktor lain yang juga bisa mengakibatkan macet dan brebet, menurut gubernur, adalah banjir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved