Selasa, 19 Mei 2026

Peresmian Program Gratispol

Ratusan Masyarakat Manfaatkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari Dinkes Kaltim

Salah satu booth tenant yang terlihat ramai dan cukup sibuk sejak dibukanya adalah stan milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Nur Pratama
Tribunkaltim.co/Rita Lavenia
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS - Suasana pemeriksaan kesehatan gratis di stan Dinas Kesehatan Kaltim dalam peluncuran Program Gratispol di Convention Hall Samarinda, Senin (21/4/2025). Stan ini akan buka sampai Pukul 21.00 WITA. (Tribunkaltim.co/Rita Lavenia) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sejumlah stand Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir menyemarakkan launching Program Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Gedung Convention Hall Samarinda, Senin (21/4/2025).

Salah satu booth tenant yang terlihat ramai dan cukup sibuk sejak dibukanya adalah stan milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim.

Ratusan masyarakat yang berkesempatan hadir ini rupanya memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di stan Dinkes Kaltim yang akan buka sampai Pukul 21.00 WITA tersebut.

Baca juga: Perumda Varia Niaga Resmi Jadi Pengelola Teras Samarinda, Fokus Utama Pemanfaatan Amphitheater

Terpantau pemeriksaan meliputi skrining gula darah, tekanan darah, rematik, kolesterol dan obesitas.

Untuk tahap awal, setiap orang yang ingin memeriksa kesehatan gratis mengisi formulir berdasarkan identitas diri dan mengantre dengan tertib.

Kemudian dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah, lingkar pinggang dan berat badan.

"Kalau kita menemukan ada faktor risiko seperti gula darah dan obesitas akan kita rujuk ke fasilitas kesehatan sesuai domisilinya," ujar Bidan Latifah yang menjadi salah satu tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas

Para nakes ini mengungkap sedari pagi hingga Pukul 14.00 WITA setidaknya hampir 200 orang lebih yang memanfaatkan kesehatan gratis tersebut.

Ahmad Syarifuddin, salah satu perawat yang bertugas mengungkapkan rata-rata masyarakat yang hadir terdeteksi terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) dan beberapa mengalami gula darah atau berisiko diabetes.

"Usia 40 tahunan ke atas paling banyak hipertensi. Ada juga beberapa usia 20 tahunan sudah kena. Kalau gula darah (diabetes) biasa faktor keturunan," jelas Ahmad.

Dengan kondisi ini para nakes yang ada rata-rata mengimbau agar masyarakat bisa lebih memperbanyak aktivitas fisik seperti berolahraga.

"Sempatkan olahraga. Enggak usah ribet atau mahal, jalan kaki empat sampai lima kilometer per hari cukup. Atau olahraga rutin 30 sampai 60 menit," pungkas Ahmad. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved