Berita Kukar Terkini
Pencoblosan PSU Pilkada Kukar 2024 Usai, NU Ajak Jaga Ukhuwah dan Terima Hasil dengan Lapang Dada
Pencoblosan PSU Pilkada Kukar 2024 usai, NU ajak masyarakat jaga ukhuwah dan terima hasil dengan lapang dada.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kutai Kartanegara (Kukar) 2024 telah selesai digelar.
Menyikapi situasi pasca pelaksanaan PSU Pilkada Kukar 2024, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kukar mengajak untuk menjaga persatuan serta kedewasaan dalam berdemokrasi.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kukar, KH Muhammad Askin, mengapresiasi partisipasi masyarakat yang tinggi dalam PSU yang telah berjalan dengan aman dan lancar.
Ia menilai hal ini sebagai cerminan kedewasaan politik masyarakat Kukar yang patut dibanggakan.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam PSU adalah wujud komitmen kita bersama dalam membangun demokrasi yang sehat dan daerah yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/4/2025).
Baca juga: Kesan Pasangan Pengantin Ikut Mencoblos PSU Pilkada Kukar 2024 meski Sedang Hajatan
PCNU Kukar juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara pilkada mulai dari KPU, Bawaslu, hingga pihak keamanan dari Polri dan TNI.
Mereka dinilai telah bekerja keras menjaga integritas proses pemilu dan ketertiban selama tahapan berlangsung.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah mendukung kelancaran tahapan Pilkada. Sinergi seluruh pihak ini patut diapresiasi,” lanjut KH Muhammad Askin.
Dalam pernyataannya, PCNU Kukar turut mengimbau seluruh elemen masyarakat, terutama para pendukung pasangan calon, untuk menerima hasil Pilkada dengan lapang dada.
Ia menegaskan bahwa semangat demokrasi harus dijaga, serta kepentingan bersama perlu diutamakan di atas kepentingan kelompok atau individu.
“Setiap hasil adalah buah dari proses demokrasi yang telah kita lalui bersama. Sudah sepatutnya kita menyikapinya secara dewasa dan konstruktif,” tegasnya.
Baca juga: PSU Pilkada Kukar, 1 TPS Diminta Mengulang Pencoblosan, Ini Penjelasan Bawaslu Kaltim
KH Muhammad Askin juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang lumrah dalam sistem demokrasi.
Namun demikian, ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan) harus tetap dijaga.
“Mari kita jaga kedamaian dan persatuan di Kutai Kartanegara. Saatnya kembali bergandengan tangan, bergotong royong demi kemaslahatan umat dan kemajuan daerah,” pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.