Berita Balikpapan Terkini

Strategi Mal di Kaltim Hadapi Penurunan Daya Belanja Produk Fesyen, Kini Fokus pada Event dan FnB

Strategi mal di Kalimantan Timur hadapi penurunan daya belanja produk fesyen, kini fokus pada event dan FnB.

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Mohammad Zein Rahmatullah
PUSAT PERBELANJAAN - Pengunjung Plaza Balikpapan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (24/4/2025). Mal ini menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang mengalami lonjakan pengunjung selama kuartal pertama 2025. Hal ini didorong oleh beragam agenda hiburan yang digelar. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Daya beli produk fesyen pada kuartal pertama tahun 2025 mengalami penurunan.

Untuk itu, pengelola pusat perbelanjaan di Kalimantan Timur melakukan berbagai strategi untuk menghadapi hal itu.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kalimantan Timur, Aris Adriyanto, mengatakan bahwa penurunan tersebut tercatat sebesar dua persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Situasi ekonomi membuat masyarakat lebih selektif dalam pengeluaran dan tidak lagi menjadikan fesyen sebagai prioritas utama.

Baca juga: APPBI Kaltim Sebut: Pola Konsumsi Bergeser, Masyarakat Kaltim Kini Pilih Kuliner Dibanding Fesyen

Di tengah tren ini, pengelola pusat perbelanjaan berupaya mempertahankan minat kunjungan dengan menyelenggarakan berbagai agenda hiburan dan memperbesar porsi tenant di sektor makanan dan minuman atau food and beverage (FnB).

“Agenda tertentu menjadi senjata ampuh bagi pengelola mal untuk menarik dan mempertahankan pengunjung,” ujar Aris di Balikpapan, Kamis (24/4/2025). 

Ia menyebut beberapa mal besar seperti e-Walk, Plaza Balikpapan, dan Big Mall mengalami lonjakan kunjungan selama momen Idul Fitri.

Di Plaza Balikpapan, misalnya, kunjungan harian mencapai 16.000–18.000 orang pada hari kerja dan meningkat hingga 42.000 pada akhir pekan.

Baca juga: Pengusaha Minta Permodalan Ringan untuk Bangun Mal di IKN, APPBI: Populasinya Belum Banyak

Aris mengungkapkan, pertunjukan sulap yang digelar saat hari besar menjadi salah satu magnet utama pengunjung.

Sebagai dampak dari perubahan ini, penataan kios di pusat perbelanjaan pun ikut menyesuaikan.

Komposisi tenant FnB yang semula 25 persen pada 2024, kini meningkat hingga hampir 50 persen pada awal 2025.

APPBI menilai untuk menjaga relevansi, kios fesyen harus meningkatkan promosi dan aktif di media sosial.

“Sekarang yang penting bukan cuma diskon, tapi bagaimana menghadirkan pengalaman berbelanja yang personal dan terhubung dengan gaya hidup konsumen,” pungkas Aris.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved