Idul Adha 2025
Jadwal Pelepasan Jemaah Haji Balikpapan ke Mekkah, Dibagi 3 Kelompok Terbang
Walikota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud dijadwalkan akan melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Walikota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud dijadwalkan akan melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama asal Kota Balikpapan pada Senin, 5 Mei 2025.
Acara pelepasan akan berlangsung di Masjid Madinatul Iman, Islamic Center Balikpapan, sebelum para jemaah diberangkatkan menuju Embarkasi Haji Balikpapan dan selanjutnya diterbangkan ke Tanah Suci pada 6 Mei 2025.
Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Balikpapan tercatat sebanyak 532 orang.
Mereka terdiri atas 507 jemaah dari kuota utama serta 25 jemaah dari kuota prioritas lansia, yang merupakan alokasi khusus dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Baca juga: 5.756 Calon Jemaah Haji Diberangkatkan Lewat Embarkasi Balikpapan, Fasilitas Setara Hotel Bintang 3
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Masrivani, menjelaskan bahwa kuota prioritas lansia adalah bagian dari tambahan 5 persen kuota yang diberikan kepada Provinsi Kalimantan Timur.
Menurutnya, kuota ini diprioritaskan bagi jemaah dengan usia tertua yang sudah terdaftar minimal selama lima tahun.
Penambahan kuota ini sangat membantu para lansia yang telah lama menunggu dan memiliki kondisi fisik yang lebih rentan.
"Ini adalah bentuk perhatian nyata dari pemerintah terhadap jemaah lansia,” ujar Masrivani saat ditemui pada Sabtu (3/5/2025).
Para jemaah haji asal Balikpapan akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter) dengan jadwal masuk asrama sebagai berikut:
Kloter 1: Senin, 5 Mei 2025 pukul 06.00 Wita
Kloter 6: Selasa, 13 Mei 2025 pukul 12.55 Wita
Kloter 15: Selasa, 27 Mei 2025 pukul 15.00 Wita
Keberangkatan mereka akan dilakukan melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Pemerintah Kota Balikpapan bekerja sama dengan Kantor Kemenag telah menyiapkan berbagai fasilitas dan kebutuhan teknis bagi para jemaah, termasuk layanan kesehatan, pembekalan manasik haji, hingga pengawasan ketat saat proses pemberangkatan.
"Semua upaya ini dilakukan agar proses ibadah para jemaah dapat berjalan lancar, aman, dan tertib," bebernya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.