OPINI
Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Gratis
Mengenang jasa tokoh pelopor pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menggaungkan bahwa pendidikan adalah hak semua anak bangsa,
Oleh: Dr Andi Surayya Mappangile, SKM, MKes ( Penggiat Pendidikan)
TRIBUNKALTIM.CO - TIGA hari hari yang lalu, tanggal 2 Mei, bangsa ini memperingati Hari Pendidikan Nasional. Mengenang jasa tokoh pelopor pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menggaungkan bahwa pendidikan adalah hak semua anak bangsa,
Memaknai Hari Pendidikan Nasional, khusus di Kalimantan Timur ada yang berbeda dengan peringatan tahun ini ,
Sebuah harapan baru melalui Gratispol, Pendidikan Gratis dari jenjang SMA hingga pendidikan tinggi S3 merupakan salah satu program yang berasal dari janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud – Seno Aji.
Ternyata, di balik gagasan ini, data yang tercantum di buku “Kalimantan dalam Angka 2024” menunjukkan realita yang cukup mencengangkan.
Bahwa anak usia sekolah (7-24 tahun) yang menempuh pendidikan formal di Kaltim hanya 75,05 persen yang berarti 1 dari 4 anak muda di Kaltim tidak lagi bersekolah.
Baca juga: Syarat Daftar Beasiswa Kuliah Gratispol Kaltim, Daftar 53 Kampus yang Teken Kerja Sama
Sementara itu usia kuliah (19-24 tahun) memperlihatkan kondisinya yang lebih mengkhawatirkan, yakni yang melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi hanya 32 persen.
Sebagian besar lulusan SMA langsung bekerja, ada yang berhenti sekolah karena faktor biaya, akses atau dukungan yang tidak ada.
Menganalisis data yang tersaji terlihat pula ketimpangan yang sangat jelas antara daerah kota dan perbatasan.
Samarinda dan Balikpapan mendominasi jumlah mahasiswa, sementara Kutai Barat, Mahakam Hulu tertinggal jauh dalam partisipasi pendidikan tinggi, begitupun dengan literasi masyarakat.
Ini bukan hanya tentang sekolah tapi juga tentang keadilan kesempatan dan pemerataan layanan pendidikan.
Dalam konteks ini, program Gratispol hadir bak angin segar. Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen menanggung seluruh biaya pendidikan dari SMA hingga S3, termasuk menanggung kebutuhan dasar seperti makan siang dan konektivitas digital.
Tujuannya jelas adalah untuk meningkatkan kualitas SDM lokal agar siap menyambut peluang terkhusus untuk berkontribusi di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun dengan mengratiskan biaya pendidikan apakah itu cukup?.
Baca juga: Walikota Balikpapan Rahmad Masud Sambut Antusias Program Gratispol untuk Rakyat
Berbagai tantangan dilapangan menunjukkan keadaan yang perlu mendapatkan intervensi yang tak kalah penting dan mendesak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/andi-surayya-mappangile-skm-mkes_20161221_210843.jpg)