Rabu, 6 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Samarinda Kaltim Mengkhawatirkan

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Samarinda mencapai titik mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025. 

Tayang:
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
HO/Ayunda
KEKERASAN ASUSILA SAMARINDA - Psikolog UPTD PPA Samarinda, Ayunda Ramadhani. Ia menjelaskan lonjakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Samarinda tahun 2025 dan menegaskan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban sebagai langkah awal pemulihan. (HO/Ayunda) 

“Dari pengalaman kami hingga pertengahan tahun ini, sebagian besar korban berada pada rentang usia remaja,” ungkapnya. 

Ayunda menambahkan bahwa meskipun pihaknya tak menghafal setiap rincian kasus, fokus mereka selalu tertuju pada proses pemulihan psikologis korban, bukan sekadar pencatatan data.

Menghadapi derasnya arus laporan kekerasan yang masuk, UPTD PPA Samarinda menyerukan pentingnya keterlibatan masyarakat secara aktif.

Menurut Ayunda, pencegahan tidak bisa hanya dibebankan pada lembaga pelayanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga dalam mengenali dan melaporkan tanda-tanda kekerasan di sekitarnya.

“Semua bentuk kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak adalah tanggung jawab kami. Maka kami butuh dukungan masyarakat untuk bisa melakukan intervensi lebih dini sebelum kasus-kasus ini bertambah parah,” kata Ayunda. 

Terakhir, menurutnya, data yang dihimpun UPTD PPA Samarinda seharusnya bisa menjadi alarm keras bagi semua pihak, lantaran isu kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah perkara kasuistik, melainkan problem sistemik yang memerlukan penanganan lintas sektor. 

“Tanpa sinergi antara pemerintah, penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat luas, korban-korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved