Berita Nasional Terkini

Rektor UGM, Ova Emilia dapat Mosi Tidak Percaya dari BEM, Respons Rektorat: Kami Tetap Kritis

Rektor UGM, Ova Emilia dapat mosi tidak percaya dari BEM KM UGM. Rektorat sebut pihaknya selalui kritis.

Editor: Amalia Husnul A
Kompas.com/Yustinus Wijaya Kusuma
MOSI TIDAK PERCAYA - Rektor UGM, Ova Emilia. Kanan: Momen ketika Rektor UGM Prof Ova Emilia bersama jajaran rektorat berdialog dengan para mahasiswa di halaman Balairung, Rabu (21/5/2025). Rektor UGM, Ova Emilia dapat mosi tidak percaya dari BEM KM UGM. Rektorat sebut pihaknya selalui kritis. (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA) 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar terbaru dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang masih terseret dalam pusaran persoalan Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). 

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM menyatakan mosi tidak percaya kepada Rektor UGM, Ova Emilia.

Dalam mosi tidak percaya kepada Rektor UGM, Ova Emilia, BEM KM UGM menyinggung peran Universitas Gadjah Mada dalam membesarkan kekuasaan Jokowi.

Sikap BEM KM UGM menyatakan mosi tidak percaya kepada Rektor UGM, Ova Emilia ini karena karena para mahasiswa malu melihat "Kampus Kerakyatan" hanyalah slogan.

Baca juga: Alasan BEM UGM Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Rektornya, Mahasiswa Menuntut Ova Emilia Bersikap

Menurut Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardiyanto para mahasiswa hanya ingin mengembalikan marwah UGM sebagai Kampus Kerakyatan. 

Kampus Kerakyatan harus berpihak semata-mata demi kepentingan rakyat dan bukan kepentingan penguasa.

"Mosi tidak percaya ke rektor ini kami layangkan karena kekecewaan kami yang mendalam, betapa Kampus Kerakyatan ternyata hanya slogan.

Mengingat 27 Mei merupakan hari ketika Rektor dilantik sejak 2022, mosi tidak percaya ini sekaligus hadiah peringatan 3 tahun Rektor menjabat," ujar Tiyo saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (24/5/2025) malam.

Tiyo mengatakan, UGM telah berperan membesarkan kekuasaan mantan presiden Indonesia, Joko Widodo.

Joko Widodo dinilai telah membentuk rezim pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"UGM mestinya turut bertanggung jawab dengan menegaskan keberpihakannya," tambah Tiyo.

Tiyo menambahkan, UGM tidak tegas dalam menyikapi dinamika politik nasional saat ini.

UGM - Rektor UGM Prof Ova Emilia bersama jajaran rektorat saat berdialog dengan para mahasiswa di halaman Balairung, Rabu (21/5/2025) malam.(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
MOSI TIDAK PERCAYA - Rektor UGM Prof Ova Emilia bersama jajaran rektorat saat berdialog dengan para mahasiswa di halaman Balairung, Rabu (21/5/2025). Rektor UGM, Ova Emilia dapat mosi tidak percaya dari BEM KM UGM. Rektorat sebut pihaknya selalui kritis. (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

BEM KM UGM menuntut kampus menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah.

"Kami tidak akan mencabut mosi ini sampai Rektor menyatakan Mosi Tidak Percaya sebagai bukti keberpihakannya kepada Rakyat atau sesuatu yang setara dengannya," tambah Tiyo.

Baca juga: Bareskrim sebut Ijazah Jokowi Asli, Nasib Gugatan terhadap Rektor UGM hingga Kasmudjo di PN Sleman

Tiyo mengatakan, Rektor UGM perlu mengevaluasi total kepemimpinannya apakah sejalan dengan nilai-nilai Universitas Gadjah Mada.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved