Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Samarinda Terkini

SPMB Perdana SMK Negeri 1 Samarinda Berjalan Lancar, Sempat Dihadapkan Kendala Perbedaan Nilai

Pelaksanaan SPMB di SMK Negeri 1 Samarnda berjalan dengan lancar tanpa hambatan, walaupun ada kendala tentang perbedaan nilai

TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
SPMB SAMARINDA 2025 - Kepala Sekolah SMK 1 Samarinda, Agus Tridojo, saat di wawancarai di ruangan kerjanya. Jumat (4/7/2025) SMK 1 Samarinda sukses melaksanakan SPMB perdana dengan lancar meski menghadapi kendala verifikasi nilai, khususnya dari siswa lulusan MTS. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur resmi menerapkan sistem baru dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), yang kini berganti nama menjadi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Tahun 2025 menjadi kali pertama sistem ini diberlakukan, termasuk di SMK Negeri 1 Samarinda.

SMK Negeri 1 Samarinda menjadi salah satu sekolah yang langsung melakukan penyesuaian terhadap perubahan sistem tersebut.

Sosialisasi pelaksanaan SPMB telah dimulai sejak 28 April 2025, menyusul diterbitkannya petunjuk teknis (juknis) dari Disdikbud provinsi.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Samarinda, Agus Tridojo, menyampaikan bahwa penerapan sistem ini secara umum berjalan lancar, terutama dalam aspek teknis pelaksanaan.

"Hambatannya sebenarnya tidak terlalu signifikan. Yang terakhir dari segi aplikasi, Alhamdulillah semuanya lancar, tidak pernah ada down, semuanya sesuai dengan harapan," ujar Agus kepada Tribunkaltim.co pada Jumat (4/7/2025).

Baca juga: Kisruh Zonasi di Penajam, Disdikpora PPU Masih Cari Solusi Terbaik untuk Siswa Tak Lolos SPMB

Pelaksanaan SPMB di SMK Negeri 1 Samarinda dilakukan melalui dua jalur pendaftaran. Jalur pertama terdiri dari afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili prioritas, dengan masa pendaftaran dibuka pada 16 hingga 19 Juni 2025.

Sementara itu, jalur reguler berlangsung pada 23 hingga 26 Juni 2025. Kedua jalur ini sudah sepenuhnya dijalankan oleh panitia sekolah.

Meski demikian, Agus mengakui adanya kendala dalam proses verifikasi data nilai rapor siswa, khususnya yang berasal dari Madrasah Tsanawiyah (MTS).

Perbedaan nilai kerap muncul antara data yang diinput ke dalam sistem oleh Dinas Pendidikan Kota Samarinda maupun Kementerian Agama (Kemenag), dan nilai yang dibawa langsung oleh siswa dalam bentuk surat keterangan dari sekolah asal.

"Di situ, kami harus ambil sikap. Mau tidak mau, biar tidak ribut, kami kembalikan ke sekolah lagi," jelasnya.

Baca juga: Warga Nipah-nipah Persoalkan Jalur Zonasi SPMB 2025 di Penajam Paser Utara Kaltim

Pihak sekolah asal diminta memberikan penjelasan tertulis untuk setiap perbedaan nilai yang ditemukan, agar panitia di SMK 1 dapat melakukan verifikasi ulang secara resmi.

"Begitu sudah ada surat keterangan dari sekolah, baru kami bisa verifikasi diinput ulang," pungkas Agus. (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved