Sosok
Mengenal Dion, Atlet Binaraga Bontang Peraih Emas di Bali meski Berjuang Secara Mandiri
Atlet binaraga asal Kota Bontang ini sukses meraih medali emas dalam ajang Evolene Indonesia Championship
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Di usia 45 tahun, Cicuk Dariono atau akrab disapa Dion, membuktikan bahwa semangat dan konsistensi bisa mengalahkan segalanya, termasuk keterbatasan usia dan biaya.
Atlet binaraga asal Kota Bontang ini sukses meraih medali emas dalam ajang Evolene Indonesia Championship (EIC) 2025 yang digelar di Bali, Sabtu (5/7/2025), meski harus berjuang dengan pembiayaan sendiri.
Tak hanya emas, Dion juga berhasil membawa pulang empat penghargaan dari empat kategori berbeda.
Ia meraih juara pertama di kelas Men's Physique True Novice Class A, juara kedua di Men's Physique Master 40 Plus, juara ketiga di Men's Physique Novice Class A, dan posisi keempat di Men's Physique Open Class A.
Baca juga: Binaraga Kaltim Sumbang 2 Perak di PON XXI Medan, Hari Kedua Semoga Bisa Dapat Medali Emas
“Alhamdulillah dari empat kelas yang saya ikuti, semua dapat juara. Lengkap,” ungkap Dion saat diwawancarai TribunKaltim.co, Minggu (6/7/2025).
Prestasi ini semakin membanggakan karena Dion harus bersaing dengan peserta lokal dan internasional. Ia mengakui, lawan-lawannya berasal dari berbagai daerah hingga mancanegara, dengan persiapan yang tak kalah matang.
Awal Mula Terjun ke Binaraga
Dion mulai mengenal dunia kebugaran sejak 2013.
Saat itu motivasinya sederhana, ingin lebih sehat.
Seiring waktu, kebiasaan berolahraga di gym berubah menjadi gaya hidup.
Ia merasakan banyak manfaat bukan hanya kebugaran, tetapi juga peningkatan rasa percaya diri.
“Awalnya cuma cari sehat saja, Mas. Lama-lama kok enak, daripada nganggur, mending olahraga, dapat sehat, dapat bonus otot,” katanya sambil tertawa.
Baca juga: Kunci Sukses Cabor Binaraga Kaltim Juara Umum PON XXI Aceh-Sumut, Dipersiapkan untuk Kejuaraan Dunia
Menurut Dion, membangun otot dan mempertahankannya bukan hal mudah. Butuh proses panjang, pola makan ketat, disiplin latihan, dan istirahat cukup.
“Olahraga itu sebenarnya tidak berat, yang berat itu konsistensi. Melawan diri sendiri supaya tetap disiplin jauh lebih sulit daripada melawan orang lain,” tuturnya.
Perjuangan Mandiri
Dion tidak menampik, kendala biaya menjadi tantangan terbesar. Semua pengeluaran untuk ikut lomba ia tanggung sendiri. Termasuk akomodasi dan transportasi ke Bali.
“Di Bontang ini atlet binaraga banyak yang potensial, tapi pembinaannya kurang diperhatikan,” ujar Dion.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.