Berita Viral
Kilas Balik Pria Balikpapan Peras ABG Swedia via Roblox, Kini Game Viral Itu Terancam Diblokir
Game viral itu pun dilarang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti untuk dimainkan anak-anak.
“Tadi malam telah dilakukan restoratif justice melalui Zoom. Pihak keluarga korban menyampaikan
permintaan agar pelaku meminta maaf secara terbuka di hadapan publik,” ujar Kombes Pol Yuliyanto, Rabu (16/7).
Menanggapi permintaan tersebut, pelaku AMZ menyampaikan permintaan maaf secara langsung di
hadapan awak media.
Dengan nada penuh penyesalan, ia mengakui perbuatannya dan menyatakan siap bertanggung jawab bila mengulangi perbuatannya di masa mendatang.
“Selamat siang, saya sebagai pelaku dengan inisial AMZ ingin menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Saya mengakui kesalahan saya karena telah melakukan kejahatan pemerasan.
Saya menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi. Jika saya mengulanginya, saya siap bertanggung jawab secara hukum,” ucap AMZ.
Kombes Yuliyanto menegaskan bahwa proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati, melibatkan berbagai pihak, termasuk Divhubinter Polri, KBRI di Swedia, serta atase kepolisian Indonesia yang bertugas di Eropa.
Ia menambahkan bahwa permintaan maaf terbuka ini merupakan bagian dari kesepakatan dalam
proses restoratif justice yang disetujui oleh keluarga korban.
“Ini bentuk pertanggungjawaban moral pelaku kepada publik dan kepada keluarga korban. Pelaku juga telah bersedia menghapus semua konten yang berkaitan dengan kasus ini,” jelasnya.
Meski perkara tidak dilanjutkan ke ranah pengadilan karena tidak adanya laporan resmi dari korban di Indonesia, Polda Kaltim tetap berkomitmen untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku dan
pengawasan ketat ke depannya.
“Kami berharap kasus ini menjadi pembelajaran bersama. Kejahatan digital, apalagi yang melibatkan
anak dan lintas negara, tidak bisa dianggap sepele,” pungkas Yuliyanto. (edo)
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istana Tak Ragu Blokir Game Roblox jika Banyak Unsur Kekerasannya"
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Mendikdasmen Larang Anak Main Roblox?"
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.