Update Kasus Said Didu vs Luhut, Beredar Pesan Berantai Dukungan untuk Said Didu, Tertulis 871 Nama

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah pengacara mengantarkan surat dari Said Didu ke Bareskrim Polri, Senin (11/5/2020). Berikut ini update kasus Said Didu vs Luhut, beredar pesan berantai dukungan untuk Said Didu, tertulis ada 871 nama, banyak dari kalangan purnawirawan.

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut ini update kasus Said Didu vs Luhut, beredar pesan berantai dukungan untuk Said Didu, tertulis ada 871 Nama, banyak dari kalangan purnawirawan. 

Diketahui, Said Didu berpolemik dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Maritim dan Investasi akibat sebuah pernyataan di video YouTube.

Polemik ini kemudian berlanjut ke ranah hukum, setelah Luhut melaporkan ke polisi. 

Sejak kemarin, beredar pesan berantai ratusan Nama-Nama yang disebut memberikan dukungan dan menjadi pengacara Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Dukungan kepada Said Didu yang sebagian besar dari purnawirawan TNI dan Polri itu  untuk menghadapi laporan dugaan pencemaran Nama baik terhadap Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang telah dilaporkan ke polisi.

Sebelumnya diberitakan kuasa hukum Said, Letkol CPM (Purn) Helvis bahwa kliennya didukung ratusan pengacara kondang.

Kasus Luhut Binsar vs Said Didu, Politisi Hanura Kritik Rocky Gerung, Sebut Harga Diri dan Martabat

Tak Main-main Said Didu Siapkan Sederet Bukti Ini Untuk Hadapi Luhut Pandjaitan di Bareskrim Polri

Sarankan Institusi Luhut Dibubarkan Lantaran Tak Penting, Ekonom Ini Takut Bernasib Mirip Said Didu

Soal Laporan ke Polisi, Kuasa Hukum Ungkap 5 Kalimat Said Didu yang Dianggap Sebarkan Kabar Bohong

Kata dia mereka terdiri dari unsur ahli hukum, tokoh masyarakat, akademisi, ulama, tokoh lintas agama, juga purnawirawan TNI. Berbagai organisasi masyarakat juga mengirimkan perwakilannya di tim advokasi ini.

Hingga, Rabu (13/5/2020), total ada 871 dukungan dan pengacara dari para purnawirawan TNI dan Polri itu.

Berikut pesan berantai yang diperoleh Tribunnews.com :

Melihat kondisi Negara yang makin hari makin menghawatirkan, di mana pengelolaan negara ini bukan ditujukan untuk kepentingan rakyat, tetapi kepentingan Asing dan Aseng, yang sangat rawan menimbulkan konflik horizontal, vertikal dan dapat menghancurkan kedaulatan NKRI.

Maka Kami Para Purnawirawan TNI dan Polri sebagai Patriot Peduli Bangsa dg ini menyatakan :

Halaman
1234