Ibu Kota Negara

Tarif Tol Balsam Balikpapan-Samarinda Dinilai Tinggi, HIPMI Kaltim Nilai Itu Masuk Akal

Antusias masyarakat menjajal Jalan Tol Balikpapan-Samarinda seksi 1 dan 5 cukup tinggi. Tarif Tol Balsam Balikpapan-Samarinda dinilai tinggi, HIPMI Kaltim nilai itu masuk akal.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia wilayah Kalimantan Timur atau HIPMI Kaltim, menanggapi persoalan tarif Tol Balikpapan-Samarinda yang dianggap cukup tinggi oleh masyarakat.

Ketua HIPMI Kaltim, Bakrie Hadi, menilai masyarakat hanya perlu pembiasaan. Juga, diperlukan adanya sosialisasi berkelanjutan.

"Ini masalah habit saja. Mungkin pengusaha travel menganggap ini cukup tinggi. Padahal bagi kami masuk akal, Rp86 ribu, karena memangkas waktu dua jam," ujarnya.

Menurut, Bakrie, hanya perlu kesabaran menyampaikan kepada semua pihak. Pengusaha maupun masyarakat yang menggunakan Tol Balsam.

Baca juga: Tol Balsam Balikpapan Samarinda Muncul, Berpotensi Tumbuh Pabrik-pabrik Industri Baru

Baca juga: PT JBS Resmikan Tarif Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Berikut Daftar Rinciannya Antargerbang

Baca juga: Tol Balikpapan Seksi 1 dan 5 Gratis Selama 2 Pekan, JBS Ingatkan Pengguna Tetap Bawa e-Money

"Kenapa harus berbayar karena membangun ini luar biasa juga biayanya," imbuhnya. 

Dalam hal ini, lanjutnya, bukan perkara untung namun lebih kepada perawatan atau cost yang dikeluarkan untuk membiayai tol ini.

Jika semakin banyak masyarakat yang menggunakan tol Balikpapan-Samarinda, ia berharap harga juga bisa menyesuaikan.

"Pastinya penyesuaian tarif akan terjadi. Tapi mulai sekarang dengan hadirnya kita manfaatkan fasilitas luar biasa ini," terangnya.

Baca juga: Ganti Rugi Lahan Tol Balsam Ditarget Rampung Tahun Ini, Rahmad Masud Sebut Paling Lama 3 Bulan

Senada, Anggota DPRD Kota Balikpapan Iwan Wahyudi mengungkapkan sejumlah keluhan masyarakat berkaitan dengan tarif tol.

"Saya kira nantinya makin banyak dimanfaatkan masyarakat, bisa jadi evaluasi agar tarif terus disesuaikan," paparnya.

Halaman
12