Berita DPRD Balikpapan
DPRD Balikpapan Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan Lewat Program Waste to Benefit
Dialog warga di Balikpapan bahas pengelolaan sampah sebagai peluang ekonomi melalui konsep Waste to Benefit yang mendorong wirausaha ramah lingkungan
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Upaya menjadikan sampah sebagai sumber ekonomi kembali digaungkan melalui Dialog Warga bertajuk “Waste to Benefit: Eco-Preneurship – Hack Sampah Jadi Penghasilan Tambahan”, yang digelar di Lapangan Volly RT 49, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Jumat (24/10/2025) sore.
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, sebagai pembicara utama.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan kota, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Saya fokus pada pengelolaan sampah karena sebagai anggota Komisi III, sudah menjadi tugas saya mendengar aspirasi masyarakat dan menangani persoalan lingkungan," ujar Wahyullah.
Ia menjelaskan, dari hasil kunjungan dan pengamatannya di beberapa daerah di Indonesia, sampah kini telah memiliki nilai ekonomi tinggi, bahkan menjadi komoditas ekspor.
Baca juga: BMKG Siapkan Radar Maritim di Balikpapan, Pantau Gelombang dan Arus Real Time
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya sebatas tanggung jawab kebersihan, tetapi juga dapat menjadi peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Sampah memiliki nilai ekonomi, bahkan menjadi komoditas ekspor di beberapa kota. Hal ini ingin saya dorong agar masyarakat Balikpapan juga mendapat nilai tambah dari pengelolaannya," kata Wahyullah.
Melalui gagasan Waste to Benefit, ia berharap masyarakat dapat melihat sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber penghasilan tambahan.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan bank sampah agar tidak hanya sekadar proyek sesaat.
"Banyak bank sampah hanya bertahan singkat, bahkan ada yang tinggal nama. Karena itu, tim saya akan menganalisis dan merekomendasikan metode manajemen agar bisa berjalan konsisten," tuturnya.
Baca juga: DPRD Balikpapan Soroti Pengawasan Bangunan di Kawasan Rawan Longsor
Wahyullah menyebut tindak lanjut dialog ini akan dilakukan bertahap lewat reses, dialog lanjutan, dan pokok pikiran yang difokuskan pada masalah sampah di Balikpapan.
Ia menambahkan, hasil dari kunjungan ke sejumlah bank sampah akan menjadi bahan kajian tim analisis DPRD untuk menentukan metode pengelolaan yang paling sesuai.
"Setelah kami kumpulkan datanya, nanti akan kami olah dan susun dalam bentuk action plan agar hasilnya bisa lebih nyata dan terukur," jelasnya.
Selain membahas pengelolaan sampah, Wahyullah juga menyinggung capaian Kelurahan Sepinggan Baru yang baru-baru ini meraih dua penghargaan lingkungan tingkat provinsi.
Ia menilai capaian itu patut diapresiasi sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan.
Baca juga: Serap Aspirasi, Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Siap Atasi Masalah LPG 3 Kg di Graha Indah
| Gelar Rapat Paripurna, DPRD Terima LKPj Walikota Balikpapan Tahun 2025 |
|
|---|
| DPRD Balikpapan Usulkan 1.036 Pokir untuk RKPD 2027, Fokus Infrastruktur dan Kesehatan |
|
|---|
| DPRD Balikpapan Ingatkan Pembangunan Pasar Induk KM 5 Harus Selaras Visi Walikota |
|
|---|
| Legislatif Sebut Sampah Rumah Tangga Jadi Biang Masalah Drainase di Balikpapan |
|
|---|
| DPRD Balikpapan Apresiasi Penerapan Jalan MT Haryono jadi Kawasan Tertib Lalu Lintas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251025_DPRD-Balikpapan-Wahyullah-Bandung-Tentang-Sampah.jpg)