Berita Pemkot Bontang
Pemkot Bontang Terapkan Skema Guru Pengganti
Formasi yang paling diminati adalah Guru Kelas SD. Untuk kebutuhan 20 orang, terdapat 128 pelamar yang mendaftar
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG - Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menghapuskan tenaga honorer ditengah kekurangan tenaga di Kota Bontang, sempat membuat pemerintah bingung.
Setelahnya muncul formula dengan membuka rekrutmen pengajar, melalui skema yang disebut guru pengganti.
Walikota Bontang Neni Moerniaeni berterima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Abdu Safa Muha.
Ia menyebut Disdikbud bisa segera merespon masalah yang timbul dari keputusan tersebut. "Kita prinsipnya ingin menyelesaikan masalah-masalah sosial yang muncul, dalam pendidikan, misalnya terkait penghapusan tenaga honorer," ungkap Neni saat ditemui di Rujab Walikota, Selasa (2/6/2026).
Dikesempatan yang sama wartawan meminta tanggapan Disdikbud melalui Sekertaris Saparuddin menjelaskan secara rinci formasi pengajar pengganti ini telah dibuka dengan 65 posisi dan telah ditutup pada 26 Mei lalu.
Baca juga: Khawatir Paparan Pornografi Digital, Walikota Bontang Minta Semua Pihak Perkuat Pengawasan
Antusias pelamar tinggi, mencapai 87 persen dari slot yang dibuka. "Pendaftar terakhir ada 494 orang, banyak perempuan 376 orang sisanya laki-laki," kata Saparuddin.
Formasi yang paling diminati adalah Guru Kelas SD. Untuk kebutuhan 20 orang, terdapat 128 pelamar yang mendaftar.
Posisi berikutnya adalah Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan 51 pelamar untuk tiga formasi, serta Guru Kelas TK yang dilamar 50 orang untuk empat formasi.
Menurutnya skema guru penganti menjawab Kebutuhan pengajar. Meski demikian pemerintah tetap mesti berhitung menimbang kekuatan finansial. Sebab jika salah perhitungan akan berdampak pada beban belanja.
Ia menjelaskan guru penganti gaji Rp4 juta per bulan. Rp 2 juta dibebankan pada daerah sementara sisanya akan ditanggung pembiayan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).
Baca juga: Walikota Bontang Soroti Mangkraknya RS Tipe D, Dana Rp46 Miliar Terancam Mengendap
"Diumumkan seleksi administrasi tanggal 4 Juni ini. Dan selanjutnya tahapan tes tertulis 8 Juni," ungkapnya.
Selanjutnya seleksi micro teaching yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026. Dalam tahap ini, peserta akan dinilai kemampuan mengajarnya melalui simulasi pembelajaran di kelas.
"Terakhir pengumuman hasil akhir pada 19 Juni," pungkasnya. (*)
| Khawatir Paparan Pornografi Digital, Walikota Bontang Minta Semua Pihak Perkuat Pengawasan |
|
|---|
| Walikota Neni Minta Bunda PAUD Bontang Jemput Bola, Cegah Anak Putus Sekolah |
|
|---|
| Bontang Bidik Investasi Raksasa, DPMPTSP Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan |
|
|---|
| Program Seragam Gratis Tetap Diprioritaskan meski Bontang Defisit Anggaran |
|
|---|
| Walikota Neni Moerniaeni Soroti Ketidakadilan Rekrutmen Tenaga Kerja di Kota Bontang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260602-SEKOLAH-DI-BONTANG.jpg)