Senin, 20 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Panen Raya Ramadan, Stok Semangka Lokal Malinau Tembus 6 Ton

Panen raya semangka di Malinau bertepatan Ramadan 2026. Stok capai 6 ton, penjualan melonjak 50 persen

TRIBUNKALTARA.COM
SEMANGKA LOKAL - Stok buah semangka di toko buah kawasan Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau. Melimpahnya panen petani daerah membuat stok semangka lokal mencapai 6 ton untuk mencukupi kebutuhan warga selama awal Ramadan. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

Ringkasan Berita:
  • Stok semangka lokal Malinau mencapai 6 ton di awal Ramadan 2026.
  • Penjualan meningkat hingga 50 persen karena tingginya permintaan takjil.
  • Pasokan berasal dari petani lokal tanpa perlu mendatangkan dari luar daerah.

TRIBUNKALTIM.CO - Ketersediaan buah semangka hasil panen petani lokal di Kabupaten Malinau dipastikan melimpah pada awal Ramadan 2026. Total stok yang tersedia mencapai 6 ton, Sabtu (28/2/2026).

Melimpahnya pasokan dipicu oleh masa panen raya yang bertepatan dengan masuknya bulan puasa. Kondisi ini membuat pedagang tidak perlu mendatangkan semangka dari luar daerah karena kebutuhan pasar lokal sudah tercukupi.

Distribusi buah segar tersebut dipusatkan di sejumlah titik penjualan, salah satunya di toko buah di kawasan Kecamatan Malinau Kota.

Lokasi ini menjadi rujukan utama para pengecer dan warga yang berburu bahan takjil.

Terdapat tiga varian semangka yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar, yakni semangka kuning tanpa biji, semangka merah non-biji, serta jenis lokal kuning berbiji.

Baca juga: Gubernur Kaltara Terbitkan Edaran Larangan Gratifikasi Jelang Hari Raya

Pedagang Toko Buah Semangka Malinau, Mahuri, memastikan seluruh stok berasal dari hasil panen petani lokal Kabupaten Malinau.

“Alhamdulillah karena momen puasa ini banyak orang jualan pakai buah semangka. Karena semangka kan buah air dibutuhkan orang-orang yang puasa, ini buah merakyat, sebenarnya buah paling murah ini. Banyak juga dibeli sama penjual takjil dijadikan minuman,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Semangka kuning berbiji dijual Rp9.000 per kilogram, merah non-biji Rp10.000 per kilogram, dan kuning tanpa biji Rp11.000 per kilogram.

Penjualan Naik 50 Persen

Tingginya minat masyarakat terhadap buah segar untuk menu berbuka membuat volume penjualan meningkat signifikan, mencapai 50 persen dibandingkan hari biasa.

Mahuri menyebut dalam kondisi tertentu, pasokan bisa habis hingga dua ton per hari karena ia juga menyuplai pedagang lain.

Baca juga: PDAM Tana Lia Resmi Beroperasi, 126 Rumah di Tanah Merah Barat Nikmati Air Bersih Gratis

“Alhamdulillah kalau perkiraan sekitar 50 persen dari hari biasanya. Barangnya kadang sehari saja saya bisa habis 2 ton karena saya membagi juga ke pedagang lain,” katanya.

Keberadaan semangka lokal dinilai lebih menguntungkan bagi konsumen karena buah masih dalam kondisi segar, baru dipetik dari kebun petani sekitar Malinau.

Selain menjaga kualitas, rantai distribusi yang lebih pendek juga membantu menjaga harga tetap stabil.

Panen raya yang bertepatan dengan Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi petani dan pedagang.

Di satu sisi, kebutuhan masyarakat akan buah segar terpenuhi, di sisi lain roda ekonomi lokal terus berputar berkat hasil bumi sendiri. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved