Selasa, 21 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Dexlite Naik di Tarakan, Konsumen Kaget tapi Tetap Dibeli karena Kebutuhan

Harga Dexlite di Tarakan melonjak hampir 50 persen, membuat konsumen kaget, namun tetap dibeli karena menjadi kebutuhan utama kendaraan diesel.

TRIBUNKALTARA.COM/DESI KARTIKA
TETAP DIBELI - Aktivitas pembelian di SPBU Kalimantan Utara. Kenaikan harga BBM jenis Dexlite di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, memicu respons kaget dari konsumen, namun kebutuhan membuat pembelian tetap berlangsung normal. (TRIBUNKALTARA.COM/DESI KARTIKA) 

Ringkasan Berita:
  • Harga Dexlite naik dari Rp14.800 menjadi Rp24.650 per liter sejak 18 April 2026.
  • Konsumen sempat kaget karena volume BBM berkurang, namun pembelian tetap stabil.
  • Dexlite tetap diburu karena keterbatasan BBM subsidi dan kebutuhan kendaraan operasional.

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Kenaikan harga BBM jenis Dexlite di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, memicu respons kaget dari konsumen, namun kebutuhan membuat pembelian tetap berlangsung normal.

Per 18 April 2026, harga Dexlite resmi naik dari Rp14.800 menjadi Rp24.650 per liter.

Kenaikan ini disebut mencapai hampir 50 persen atau sekitar Rp9.850 per liter.

Pengawas SPBU Gunung Lingkas, Eko Sarwoko, menjelaskan kenaikan harga mulai berlaku sejak pukul 00.00 WITA pada 18 April 2026.

Baca juga: Sekali Jalan Bisa Rp1 Juta, Kenaikan Dexlite Guncang Sopir Travel di Malinau

Ia mengungkapkan, pada awal penerapan harga baru, banyak pelanggan yang terkejut saat melakukan pengisian BBM.

"Kaget, kok cepat selesai isinya. Naik kah harganya, jadi kami berikan penjelasan iya naik harganya. Ternyata sudah naik harganya. Tapi tetap beli mereka," bebernya.

Menurutnya, secara umum volume pembelian tidak mengalami penurunan signifikan.

Konsumen tetap membeli Dexlite karena kebutuhan, terutama untuk kendaraan berbahan bakar diesel.

Baca juga: Harga BBM Hari Ini Sabtu 18 April 2026, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite Naik Rp 5 Ribu-9 Ribu

Biasanya, pembelian normal mencapai sekitar Rp800 ribu untuk 50 liter.

Namun dengan kenaikan harga, jumlah liter yang didapat menjadi lebih sedikit.

"Karena naik, jadi ukuran liternya yang didapat berkurang. Ya tapi Alhamdulillah ini beberapa hari tetap aja normal-normal saja pembeli," bebernya.

Ia menegaskan, Dexlite masih menjadi pilihan karena ketersediaan BBM subsidi seperti biosolar terbatas di dalam kota.

Baca juga: Reaksi Pakar Ekonomi Atas Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi: Wajar di Tengah Krisis Global, Risiko Kecil

"Mau naik kah yang penting pasokan ada," ujarnya.

Eko juga menjelaskan, untuk BBM subsidi seperti biosolar, pembelian harus melalui platform tertentu dan distribusinya lebih banyak tersedia di wilayah seperti Juata dan Persemaian.

Sementara di dalam kota, Dexlite menjadi opsi utama.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved