Selasa, 9 Juni 2026

Berita Pemkab Kukar

Kukar Luncurkan Gerakan Pegiat Daur Ulang, 1.632 Warga Sudah Terlibat

Kutai Kartanegara resmi meluncurkan Gerakan Pegiat Daur Ulang yang melibatkan lebih dari 1.600 warga dari berbagai kecamatan.

Tayang:
HO/PROKOM KUKAR
DAUR ULANG SAMPAH - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan Gerakan Pegiat Daur Ulang sebagai upaya memperkuat industri kreatif berbasis pengelolaan sampah. Peluncuran ini dilakukan Sekretaris Daerah Kukar, H Sunggono, bertepatan dengan pembukaan Festival Produk Daur Ulang Sampah di Taman Tanjong, Minggu (30/11/2025). (HO/PROKOM KUKAR) 

Ringkasan Berita:
  • 1.632 warga dari 20 kecamatan telah terlibat dalam pelatihan dan gerakan pegiat daur ulang yang disokong Disperindag, Disdikbud, Dispar, DPMPD, serta DLHK Kukar.
  • Sekda Kukar H. Sunggono menegaskan gerakan ini sejalan dengan visi “One Village One Product” dan membuka peluang bagi pegiat sampah untuk masuk ke rantai ekonomi.
  • Pemerintah berharap gerakan ini menjadi aksi kolektif masyarakat untuk memperkuat kesadaran 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan menciptakan produk daur ulang unggulan tiap desa.

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan Gerakan Pegiat Daur Ulang sebagai upaya memperkuat industri kreatif berbasis pengelolaan sampah.

Peluncuran ini dilakukan Sekretaris Daerah Kukar, H Sunggono, bertepatan dengan pembukaan Festival Produk Daur Ulang Sampah di Taman Tanjong, Minggu (30/11/2025).

Gerakan ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, pengembangan industri kreatif, serta penguatan ekonomi berbasis produk daur ulang.

Hingga saat ini, sebanyak 1.632 warga dari berbagai kecamatan telah terlibat dalam pelatihan daur ulang, menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus tumbuh.

Baca juga: UMKM Pengelolan Sampah di Kukar Terkendala Alat Produksi, Membuat Paving Block

Sunggono mengatakan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi-misi Bupati Kukar, terutama program one village one product (OVOP) yang mendorong setiap desa mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal.

“Apa yang kita lakukan itu sudah sejalan dengan Visi-Misi Bupati Kukar, diantara dalam programnya one village one produk, setiap desa mempunyai potensi sesuai desanya masing–masing,” ujarnya.

Menurutnya, produk daur ulang berpeluang menjadi identitas kreatif desa tanpa harus seragam satu sama lain.

Ketua panitia, Henny Amiruddin, mengungkapkan bahwa pelatihan daur ulang sebenarnya telah berjalan selama sembilan tahun.

Baca juga: 58 Bank Sampah di Kukar Mati Suri, DLHK Bakal Dirikan Konsep Induk

Namun sejak 2023, kegiatan tersebut mendapat dukungan lebih besar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta sejumlah OPD lainnya, sehingga pelatihan dapat diperluas ke berbagai kecamatan.

Hingga kini, kegiatan telah menjangkau Kecamatan Kota Bangun Darat, Muara Muntai, Kembang Janggut, Muara Wis, dan Tenggarong, dengan peserta total mencapai 1.632 orang.

“Dan mereka ingin bergabung dengan pegiat daur ulang,” kata Henny.

Henny menyebut, pegiat daur ulang kini berasal dari kalangan sekolah, guru, hingga murid, serta masyarakat umum yang ingin mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Pada 2024, karya pegiat daur ulang Kukar mendapat kehormatan besar setelah dipilih sebagai cinderamata di meja Presiden dan menteri-menteri saat MTQ Nasional ke-30.

Baca juga: Rakor Air Bersih dan Pengelolaan Sampah di Kukar, Tujuh TPA Baru Segera Dibangun

“Ini tentunya suatu kebanggaan, dan ia akan terus memajukan semangat para pegiat daur ulang untuk terus berkarya,” ujar Henny.

Dalam sambutannya, Sunggono juga menegaskan bahwa gerakan daur ulang harus terus berkembang serta membuka peluang ekonomi baru.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved