Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Wacana Sekolah Daring Dibatalkan, Mendikdasmen Singgung Dua Pertimbangan

Wacana sekolah daring dibatalkan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyinggung dua pertimbangan.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
TRIBUN KALTIM/Sintya Alfatika Sari
SEKOLAH DARING DIBATALKAN - Ilustrasi suasana aktivitas belajar mengajar di salah satu sekolah di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Wacana sekolah daring dibatalkan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyinggung dua pertimbangan. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah membatalkan wacana sekolah dalam jaringan (daring) atau online untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) menyusul konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.  

Wacana sekolah daring dibatalkan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

Dalam keterangan terkait wacana sekolah daring yang dibatalkan ini, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebutkan dua pertimbangan Pemerintah.

Pertimbangan ini terkait dengan pertimbangan akademik dan pendidikan karakter.

Baca juga: Kapan Masuk Sekolah setelah Libur Lebaran 2026? Jadwal Libur Idul Fitri 2026 Berakhir

Kamis (26/3/2026) Abdul Mu'ti mengatakan, "Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter." kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis Kamis (26/3/2026). 

Hasil rapat lintas kementerian Mu'ti menegaskan hal itu merupakan hasil rapat lintas kementerian dan juga keterangan resmi dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pada 23 Maret lalu.

Terkait aturan mengenai pembelajaran di sekolah dalam kondisi tersebut, kata Mu'ti, akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Mendikdasmen.

"Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen," jelas Mu'ti.

Sebelumnya diberitakan, Menko PMK Pratikno, pada Selasa, menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pembelajaran tatap muka harus tetap berjalan

Dengan demikian, dari koordinasi lintas kementerian diputuskan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap berjalan untuk memastikan kualitas pendidikan tidak menurun.

"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.

Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno dari keterangan resminya, sebagaimana dilansir Kompas.com. 

Pratikno membenarkan bahwa sempat juga ada opsi untuk melakukan pembelajaran hybrid, yakni gabungan luring dan daring.

Namun, kembali menjaga kualitas pendidikan menjadi yang terpenting. Pembelajaran daring pun dinilai masih tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, sebelumnya juga menyatakan bahwa pembelajaran daring kurang efektif bagi murid berdasarkan pengalaman semasa Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved