Berita Nasional Terkini
Wacana Sekolah Daring Dibatalkan, Mendikdasmen Singgung Dua Pertimbangan
Wacana sekolah daring dibatalkan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyinggung dua pertimbangan.
TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah membatalkan wacana sekolah dalam jaringan (daring) atau online untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) menyusul konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Wacana sekolah daring dibatalkan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Dalam keterangan terkait wacana sekolah daring yang dibatalkan ini, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebutkan dua pertimbangan Pemerintah.
Pertimbangan ini terkait dengan pertimbangan akademik dan pendidikan karakter.
Baca juga: Kapan Masuk Sekolah setelah Libur Lebaran 2026? Jadwal Libur Idul Fitri 2026 Berakhir
Kamis (26/3/2026) Abdul Mu'ti mengatakan, "Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter." kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis Kamis (26/3/2026).
Hasil rapat lintas kementerian Mu'ti menegaskan hal itu merupakan hasil rapat lintas kementerian dan juga keterangan resmi dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pada 23 Maret lalu.
Terkait aturan mengenai pembelajaran di sekolah dalam kondisi tersebut, kata Mu'ti, akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Mendikdasmen.
"Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen," jelas Mu'ti.
Sebelumnya diberitakan, Menko PMK Pratikno, pada Selasa, menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Pembelajaran tatap muka harus tetap berjalan
Dengan demikian, dari koordinasi lintas kementerian diputuskan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap berjalan untuk memastikan kualitas pendidikan tidak menurun.
"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.
Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno dari keterangan resminya, sebagaimana dilansir Kompas.com.
Pratikno membenarkan bahwa sempat juga ada opsi untuk melakukan pembelajaran hybrid, yakni gabungan luring dan daring.
Namun, kembali menjaga kualitas pendidikan menjadi yang terpenting. Pembelajaran daring pun dinilai masih tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, sebelumnya juga menyatakan bahwa pembelajaran daring kurang efektif bagi murid berdasarkan pengalaman semasa Covid-19.
| Total 4 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Terbaru Praka Rico Pramudia |
|
|---|
| Indonesia Masuk 'Mode Survival', Menkeu Purbaya Sebut Pemerintah Saat Ini Lebih Agresif |
|
|---|
| Copot 2 Dirjen Kementerian Keuangan, Purbaya Ungkap Alasannya |
|
|---|
| Dapat Masukan dari Purnawirawan TNI soal Izin Lintas Udara AS, Menhan Sjafrie Akan Bahas dengan DPR |
|
|---|
| Rupiah Melemah ke Rp17.300, Ekonom Ingatkan Dampak Bertahap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260316-sekolah.jpg)