Berita Ekbis Terkini
Mengapa Ringgit Malaysia Terus Menguat terhadap Dolar AS? Ini Faktor Pendorongnya
Ringgit Malaysia terus menguat terhadap dolar AS dan mata uang Asia lain, ditopang meredanya tensi Timur Tengah serta ekonomi domestik yang membaik.
Dengan imbal hasil yang relatif stabil dan kompetitif, obligasi serta deposito Malaysia menjadi semakin menarik bagi investor global yang mencari keuntungan lebih tinggi.
Hal ini meningkatkan arus masuk modal asing dan mendukung penguatan ringgit.
Baca juga: KPK: Triliunan Rupiah Anggaran MBG Mengendap di Yayasan dan Rekrutmen SPPG yang Tak Transparan
3. Disiplin fiskal yang lebih kuat
Pemerintah Malaysia mengambil langkah konkret untuk memperkuat keuangan negara dengan mengurangi subsidi bensin secara menyeluruh dan menggantinya dengan subsidi yang lebih terarah.
Penghematan dari reformasi tersebut disalurkan kembali melalui program seperti Sumbangan Asas Rahmah (SARA), yang memberikan bantuan langsung kepada rumah tangga berpenghasilan rendah.
Langkah-langkah ini membantu memulihkan kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal Malaysia dan mulai tercermin di pasar.
Setelah mengalami arus keluar sebesar 22,3 miliar ringgit Malaysia pada 2025, investor asing kembali menjadi pembeli bersih dengan arus masuk sekitar 1,0 miliar ringgit Malaysia pada Januari 2026.
Arus masuk tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor lokal maupun internasional terhadap arah ekonomi Malaysia.
Secara keseluruhan, kebijakan tersebut membuat pengeluaran pemerintah lebih terkendali, efisien, dan berkelanjutan. Defisit anggaran menyempit dan posisi fiskal Malaysia membaik.
Lembaga pemeringkat kredit internasional dan investor obligasi melihat hal itu sebagai tanda disiplin kebijakan yang lebih kuat dan perencanaan jangka panjang yang lebih baik.
Dengan meningkatnya kepercayaan terhadap keuangan publik Malaysia, permintaan terhadap ringgit ikut meningkat dan membantu memperkuat nilainya.
4. Pariwisata dan perdagangan yang tangguh
Malaysia mencatat pemulihan pariwisata bersejarah pada 2025 dengan menyambut 42 juta wisatawan internasional.
Momentum tersebut diperkirakan berlanjut melalui kampanye Visit Malaysia 2026 yang menargetkan 47 juta wisatawan tahun ini.
Wisatawan membawa mata uang asing yang kemudian ditukarkan ke ringgit, sehingga turut mendukung penguatan mata uang tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260504_rupiah-terlemah_dollar-AS_nilai-tukar-mata-uang-sekawasan.jpg)