Iran Vs Amerika Memanas
Dampak Perang Iran Mulai Dirasakan, Mayoritas Warga AS Nilai Lebih Banyak Bawa Dampak Negatif
100 hari sejak perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari 2026, dukungan publik terhadap konflik tersebut masih rendah.
Direktur Program Institute for Global Affairs, Jonathan Guyer, mengatakan perang Iran tetap menjadi salah satu konflik luar negeri yang paling tidak populer di kalangan pemilih Amerika.
“Ini hanyalah perang yang sangat tidak populer,” kata Guyer kepada Al Jazeera.
Menurut dia, penolakan publik tidak hanya dipengaruhi persoalan ekonomi, tetapi juga kelelahan masyarakat terhadap keterlibatan militer AS di Timur Tengah.
Guyer menilai perang Iran juga berkaitan dengan meningkatnya kritik terhadap kebijakan luar negeri Washington, hubungan AS dengan Israel, dan besarnya anggaran pertahanan Amerika.
“Ketidakpopuleran Israel, ketidakpopuleran perang Iran, ketidakpopuleran militerisme AS — semua ini memiliki banyak resonansi dan tampaknya benar-benar menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri penting bagi warga Amerika,” katanya.
Para analis menilai rendahnya dukungan publik terhadap perang Iran dapat menjadi tantangan politik bagi Trump dan Partai Republik dalam beberapa bulan menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 100 Hari Perang Iran: Trump Gagal Jual Narasi Kemenangan, Justru Jadi Boomerang Politik
| Perang AS-Iran Kian Panas, Drone Iran Ditembak Jatuh hingga Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain |
|
|---|
| Putin: Tidak Ada Tindakan Iran yang Bisa Membenarkan Serangan Amerika Serikat |
|
|---|
| Balas Serangan, Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain |
|
|---|
| Trump Akui Iran Kuat dan Punya Harga Diri Tinggi Meski Fasilitas Militer Hancur |
|
|---|
| Trump: Negosiasi dengan Iran Bisa Berlangsung Bertahun-tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260528_Perang-iran.jpg)