Berita Ekbis Terkini
Rupiah Melemah ke Rp 18.095, Pemerintah dan DPR Bahas Langkah Stabilisasi
Menteri Sesneg Prasetyo Hadi menegaskan komunikasi intens antara eksekutif dan legislatif merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai tukar.
Ke depan, koordinasi semakin difokuskan untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangan masing-masing.
“Penguatan koordinasi fiskal moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” papar Perry.
Baca juga: Purbaya dan Gubernur BI Targetkan Rupiah Menguat, Fokus Pulihkan Kepercayaan Pasar
Dua Solusi
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan, usai rapat bersama, ada sejumlah Jalan keluar yang berhasil disepakati oleh pemerintah dan DPR RI.
Rapat, lanjut Dasco, memang digelar dalam rangka evaluasi mengenai perkembangan ekonomi.
“Sekaligus kemudian melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini,” tutur Dasco.
Perry menuturkan, setidaknya ada dua langkah yang kini menjadi fokus penguatan koordinasi fiskal dan moneter untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Pertama, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan berupaya meningkatkan daya tarik imbal hasil (yield) instrumen keuangan domestik agar aliran modal asing (capital inflow) kembali masuk ke Indonesia.
Capital inflow dalam jumlah besar tersebut akan memperkuat kembali mata uang rupiah.
Ia tidak memungkiri, kenaikan suku bunga di luar negeri telah memicu arus keluar modal (capital outflow), baik dari pasar saham maupun pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Baca juga: Mendag: Ekspor Indonesia Masih Tumbuh Meski Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS
Sementara langkah kedua, menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di BI, disertai peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan Bank Indonesia kepada pemerintah.
Kebijakan tersebut memungkinkan operasi moneter tetap berjalan secara efektif untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara kebijakan fiskal juga dapat berjalan optimal dalam mendukung perekonomian.
“Dengan demikian, operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskal juga tetap mendukung,” lanjut Perry.
Jaga Disiplin Fiskal
Seiring dengan itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan menjaga disiplin fiskal Indonesia.
Ia mengaku telah memberi keyakinan kepada lembaga pemeringkat global bahwa pelaksanaan program prioritas tetap sejalan dengan upaya menjaga disiplin anggaran.
| Menkeu Purbaya Janji Beban Hidup Masyarakat Tidak Akan Naik Signifikan |
|
|---|
| Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Dipicu Sentimen Negatif, Bukan Krisis Ekonomi |
|
|---|
| Harga Emas Hari Ini 7 Juni 2026 Stabil, Antam Rp 2,848 Juta per Gram, Cek Daftar Lengkapnya |
|
|---|
| Harga BBM Pertamina 7 Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Turun, Pertamax Tetap |
|
|---|
| Purbaya dan Gubernur BI Targetkan Rupiah Menguat, Fokus Pulihkan Kepercayaan Pasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260506_nilai-tukar-rupiah-melemah.jpg)