Iran Vs Amerika Memanas
100 Hari Perang AS–Iran: Dampak Ekonomi Global, Pasar Saham, dan Harga Minyak
Perang AS–Iran yang telah berlangsung 100 hari memicu volatilitas besar di pasar keuangan global, terutama sektor energi dan obligasi.
Patokan global harga minyak mentah Brent berjangka diperdagangkan sekitar 36 persen di atas harga sebelum perang.
Sementara itu harga berjangka West Texas Intermediate AS masih naik hampir 50 persen.
Sedikit catatan, blokade Selat Hormuz, bersamaan dengan kerusakan dan penutupan fasilitas produksi energi utama di Timur Tengah telah menciptakan kendala pasokan yang parah.
Masalah pasokan telah memaksa importir minyak untuk mencari pemasok alternatif.
Dalam 100 hari terakhir pasar telah menyaksikan peningkatan ekspor minyak mentah AS.
Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga menjelaskan, peristiwa itu merupakan salah satu faktor mitigasi yang tampak menghambat kenaikan harga yang signifikan di pasar minyak mentah.
“Ini termasuk pelepasan Cadangan Minyak Strategis , pencabutan sanksi terhadap minyak Iran dan Rusia yang masih berada di laut, pengurangan impor minyak China, rute alternatif untuk mengirim minyak dari Teluk Persia ke Asia dan Eropa, peningkatan ekspor minyak mentah dan produk olahan AS, dan akhirnya, penghancuran permintaan,” urai dia.
Kendati demikian, ia menambahkan jika persediaan minyak terus menipis sepanjang Juni, persediaan tersebut akan mencapai tingkat operasional kritis dan persaingan untuk mengamankan pasokan akan semakin intensif.
Saat itu terjadi, katanya, penurunan harga di atas 100 dollar AS akan segera terjadi.
“Sangat penting agar Selat Taiwan dibuka kembali sesegera mungkin untuk mengurangi kekurangan pasokan dan, akibatnya, tekanan inflasi,” tambah Varga.
Inflasi Meningkat
Data ekonomi mulai menunjukkan dampak yang lebih luas dari perang ini di luar pasar keuangan.
Akibat perang yang sedang berlangsung terus menekan biaya energi, angka inflasi di berbagai ekonomi utama mulai menunjukkan kenaikan harga. Kondisi itu didorong oleh melonjaknya biaya minyak, gas, bahan bakar jet, dan bensin.
Di AS, indeks harga konsumen mencapai tingkat tahunan 3,8 persen pada April, atau mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun.
Menipisnya pasokan energi dari Timur Tengah telah menjadi pendorong utama kenaikan inflasi.
Di sisi lain, lonjakan harga telah memicu intervensi pemerintah dari beberapa negara, termasuk Jerman dan India.
| Trump tak Akan Cairkan Aset Iran, Minta Kesepakatan Damai Didahulukan, Teheran: Ini Uang Kami |
|
|---|
| Israel Diduga Makin Gencar Mata-matai Pejabat AS, DIA Waspadai Spionase Agresif |
|
|---|
| Survei 100 Hari Perang Iran: Mayoritas Warga AS Nilai Konflik Lebih Merugikan daripada Menguntungkan |
|
|---|
| Dampak Perang Iran Mulai Dirasakan, Mayoritas Warga AS Nilai Lebih Banyak Bawa Dampak Negatif |
|
|---|
| Perang AS-Iran Kian Panas, Drone Iran Ditembak Jatuh hingga Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260528_Perang-iran.jpg)