Senin, 15 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

PSI Pasang Badan: Jokowi Bukan Dipecat, Tapi Mengundurkan Diri dari PDIP

PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terlibat adu argumen tentang status Presiden ke-7 RI, Joko Widodo

Tayang:
Kompas.com/Adinda Bunga Kusuma Wardani
PSI VS PDIP - Foto arsip Presiden ke-7 RI Jokowi usai shalat Idul Adha di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Rabu (27/5/2026). PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terlibat adu argumen tentang status Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). 

Ringkasan Berita:
  • Genderang perang antara PSI dan PDIP makin bertabur sanksi urat syaraf! Hubungan kedua partai kian membara setelah elite PSI blak-blakan menuding PDIP gagal move on dan mengalami sakit hati yang luar biasa pasca-ditinggal Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
  • Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyangkal narasi PDIP yang berulang kali mengumumkan telah memecat Jokowi pada Desember 2024 lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terlibat adu argumen tentang status Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

PDIP menegaskan Jokowi dipecat dari partai berlogo Banteng, namun PSI menyebut  ayah Gibran Rakabuming Raka itu mengundurkan diri.

Terbaru, PSI menuding PDIP masih sakit hati ditinggal Jokowi.

Baca juga: Jelang Pengangkatan Jokowi Sebagai Dewan Pembina PSI, PDIP Sentil Soal Petugas Partai

Ketua DPP PSI Bestari Barus menduga hal inilah yang membuat PDIP terus-menerus mengungkit Jokowi dipecat partai pada 2024 lalu.

Menurut Bestari, Jokowi tidak dipecat oleh PDIP, melainkan keluar dengan kesadaran diri saja.

"Ya memang salah satu orang keluar itu kan dengan kesadaran sendiri, dengan mencuekin partainya juga bisa. Ya kemudian supaya (PDIP) enggak kalah malu, bilangnya (Jokowi) dipecat gitu," ujar Bestari, dilansir dari Kompas.com.

"Kenapa mesti bangga kemudian terlepas gitu loh Pak Jokowi itu dari partai itu, dari partai PDIP itulah. Kenapa mesti bangga gitu? Kehilangan, sakit hati yang luar biasa, tidak dapat pengganti yang selayak Jokowi. Sekaliber Jokowi itu tidak ada, langka di partai itu. Calonnya kalah mulu kecuali Pak Jokowi calon presidennya," sambungnya.

Baca juga: PDIP Balas PSI, Sebut Jokowi Bukan Keluar Tapi Dipecat karena Melanggar Konstitusi

Bestari mengatakan, PDIP sedang merasakan kekecewaan yang sangat luar biasa karena tidak mampu menjaga kadernya sendiri.

Bestari pun meminta PDIP untuk belajar lagi cara menjadi partai yang waras, bisa menjaga kader, menjaga kedamaian, dan patut menjadi contoh.

"Kalau hari ini kan dia enggak bisa jadi contoh lagi karena omongannya busuk terus gitu. Sampaikan kepada PDIP saya bersimpati atas rasa sakit yang mendalam. Saya cuma bisa bersimpati, tidak bisa ber-Indosat karena Indosat sudah dijual," tukas Bestari.

Lebih jauh, Bestari mengungkit Jokowi merupakan sosok yang pernah mengangkat PDIP begitu tinggi.

Baca juga: Pengamat: Jokowi Masih Banyak Pengikutnya, Tapi Tidak Sekuat Dulu

Dia pun heran kenapa Jokowi kini malah dipermalukan, diremehkan, dan dikuyo-kuyo.

"Perhatikan Pak Jokowi, tidak pernah dia menjelek-jelekkan PDIP tuh, tapi PDIP sepertinya menjelek-jelekkan kepedean gitu, menjelek-jelekkan Pak Jokowi," ucapnya.

Sementara itu, Bestari menyayangkan PDIP yang mengaku partai besar, tapi kerap mengeluarkan statement yang tidak berkelas.

"Hanya gini, sangat disayangkan yang katanya partai itu besar ya, partai besar tapi kok tidak dalam hal terkait dengan Pak Jokowi itu kok sangat tidak berkelas, kosong, dan low level gitu loh dalam menyikapinya gitu ya. Dan tidak tahu balas budi juga gitu. Coba berapa menterinya waktu itu diangkat oleh Pak Jokowi itu? Banyak itu, banyak. Masa enggak nikmat sih? Penikmat diberikan kenikmatan begitu kenikmatannya dicabut, terkaing-kaing kan begitu," imbuh Bestari.

Baca juga: Noel Ebenezer Sarankan Prabowo Gandeng PDIP, Peringatkan Upaya Penggulingan pada Juni-Juli 2026

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved