Berita Nasional Terkini
PSI Pasang Badan: Jokowi Bukan Dipecat, Tapi Mengundurkan Diri dari PDIP
PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terlibat adu argumen tentang status Presiden ke-7 RI, Joko Widodo
Ringkasan Berita:
- Genderang perang antara PSI dan PDIP makin bertabur sanksi urat syaraf! Hubungan kedua partai kian membara setelah elite PSI blak-blakan menuding PDIP gagal move on dan mengalami sakit hati yang luar biasa pasca-ditinggal Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
- Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyangkal narasi PDIP yang berulang kali mengumumkan telah memecat Jokowi pada Desember 2024 lalu.
TRIBUNKALTIM.CO - PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terlibat adu argumen tentang status Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
PDIP menegaskan Jokowi dipecat dari partai berlogo Banteng, namun PSI menyebut ayah Gibran Rakabuming Raka itu mengundurkan diri.
Terbaru, PSI menuding PDIP masih sakit hati ditinggal Jokowi.
Baca juga: Jelang Pengangkatan Jokowi Sebagai Dewan Pembina PSI, PDIP Sentil Soal Petugas Partai
Ketua DPP PSI Bestari Barus menduga hal inilah yang membuat PDIP terus-menerus mengungkit Jokowi dipecat partai pada 2024 lalu.
Menurut Bestari, Jokowi tidak dipecat oleh PDIP, melainkan keluar dengan kesadaran diri saja.
"Ya memang salah satu orang keluar itu kan dengan kesadaran sendiri, dengan mencuekin partainya juga bisa. Ya kemudian supaya (PDIP) enggak kalah malu, bilangnya (Jokowi) dipecat gitu," ujar Bestari, dilansir dari Kompas.com.
"Kenapa mesti bangga kemudian terlepas gitu loh Pak Jokowi itu dari partai itu, dari partai PDIP itulah. Kenapa mesti bangga gitu? Kehilangan, sakit hati yang luar biasa, tidak dapat pengganti yang selayak Jokowi. Sekaliber Jokowi itu tidak ada, langka di partai itu. Calonnya kalah mulu kecuali Pak Jokowi calon presidennya," sambungnya.
Baca juga: PDIP Balas PSI, Sebut Jokowi Bukan Keluar Tapi Dipecat karena Melanggar Konstitusi
Bestari mengatakan, PDIP sedang merasakan kekecewaan yang sangat luar biasa karena tidak mampu menjaga kadernya sendiri.
Bestari pun meminta PDIP untuk belajar lagi cara menjadi partai yang waras, bisa menjaga kader, menjaga kedamaian, dan patut menjadi contoh.
"Kalau hari ini kan dia enggak bisa jadi contoh lagi karena omongannya busuk terus gitu. Sampaikan kepada PDIP saya bersimpati atas rasa sakit yang mendalam. Saya cuma bisa bersimpati, tidak bisa ber-Indosat karena Indosat sudah dijual," tukas Bestari.
Lebih jauh, Bestari mengungkit Jokowi merupakan sosok yang pernah mengangkat PDIP begitu tinggi.
Baca juga: Pengamat: Jokowi Masih Banyak Pengikutnya, Tapi Tidak Sekuat Dulu
Dia pun heran kenapa Jokowi kini malah dipermalukan, diremehkan, dan dikuyo-kuyo.
"Perhatikan Pak Jokowi, tidak pernah dia menjelek-jelekkan PDIP tuh, tapi PDIP sepertinya menjelek-jelekkan kepedean gitu, menjelek-jelekkan Pak Jokowi," ucapnya.
Sementara itu, Bestari menyayangkan PDIP yang mengaku partai besar, tapi kerap mengeluarkan statement yang tidak berkelas.
"Hanya gini, sangat disayangkan yang katanya partai itu besar ya, partai besar tapi kok tidak dalam hal terkait dengan Pak Jokowi itu kok sangat tidak berkelas, kosong, dan low level gitu loh dalam menyikapinya gitu ya. Dan tidak tahu balas budi juga gitu. Coba berapa menterinya waktu itu diangkat oleh Pak Jokowi itu? Banyak itu, banyak. Masa enggak nikmat sih? Penikmat diberikan kenikmatan begitu kenikmatannya dicabut, terkaing-kaing kan begitu," imbuh Bestari.
Baca juga: Noel Ebenezer Sarankan Prabowo Gandeng PDIP, Peringatkan Upaya Penggulingan pada Juni-Juli 2026
| Kakek 70 Tahun Gagalkan Aksi Kawanan Perampok, Sempat Bergulat dan Terbanting di Aspal |
|
|---|
| 3 Faktor Pemicu Rupiah Menguat Terhadap Dollar AS, Modal Asing Kembali Masuk |
|
|---|
| Jelang Pengangkatan Jokowi Sebagai Dewan Pembina PSI, PDIP Sentil Soal Petugas Partai |
|
|---|
| PDIP Balas PSI, Sebut Jokowi Bukan Keluar Tapi Dipecat karena Melanggar Konstitusi |
|
|---|
| Inilah Penyebab Rupiah Menguat ke Bawah Rp 18.000 per Dollar AS dan Prediksi Pergerakannya ke Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260528_Jokowi-keliling-Indonesia_Gibran_PSI.jpg)