Selasa, 16 Juni 2026

Harga Pertamax Naik

Harga BBM Hari Ini 15 Juni 2026, DPR RI Akan Panggil Pertamina Bahas Dampak Kenaikan Harga Pertamax

Komisi VI DPR RI berencana memanggil PT Pertamina (Persero) untuk meminta penjelasan terkait harga BBM nonsubsidi, dan dampaknya terhadap masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNKALTIM.CO/Gregorius Agung Salmon
HARGA PERTAMAX NAIK - Antrian kendaraan di SPBU 61.751.02 Jalan Slamet Riyadi Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, 12 Juni 2026. Komisi VI DPR RI berencana memanggil PT Pertamina (Persero) untuk meminta penjelasan terkait harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, dan dampaknya terhadap masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Imbas kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku sejak Rabu (10/6/2026) sudah langsung dirasakan masyarakat.

Pasalnya naiknya harga BBM ini juga mengerek harga kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng.

DPR RI Panggil Pertamina

Komisi VI DPR RI berencana memanggil PT Pertamina (Persero) untuk meminta penjelasan terkait harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, dan dampaknya terhadap masyarakat.

Baca juga: Aliansi Balikpapan Bergerak Bakal Unjuk Rasa Besok, Soroti Kenaikan Harga BBM

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan, DPR ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak kebijakan itu terhadap kinerja perusahaan maupun distribusi energi nasional.

"Kami juga akan meminta penjelasan dari Pertamina terkait dampaknya terhadap kinerja perseroan dan kemungkinan peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite," ujar Adisatrya dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).

Menurut dia, salah satu perhatian utama DPR ialah potensi migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, yang dapat memengaruhi ketersediaan stok Pertalite di lapangan.

Politikus PDI-P itu menilai, pemerintah dan Pertamina perlu mengantisipasi kondisi tersebut dengan memastikan pasokan BBM tetap aman.

"Jangan sampai nanti masyarakat beralih secara besar-besaran ke Pertalite, lalu muncul masalah baru berupa keterbatasan stok yang justru menyulitkan masyarakat," kata Adisatrya.

Adisatrya mengakui bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak dapat dilepaskan dari kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.

Menurut dia, konflik geopolitik yang berkepanjangan, pelemahan nilai tukar rupiah, serta tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak menjadi faktor pemicunya.

"Dengan situasi global perang berkepanjangan dan nilai tukar rupiah yang juga sedang melemah, sementara minyak kita masih impor, tentu ini menjadi beban bagi pemerintah sehingga untuk mempertahankan harga BBM nonsubsidi sangat berat dan pada akhirnya harus dilakukan penyesuaian," tutur Adisatrya.

Meski begitu, dia mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM tetap akan berdampak pada berbagai sektor usaha, terutama melalui peningkatan biaya logistik yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa.

Baca juga: Seskab Teddy sebut Harga Pertamax Indonesia Lebih Murah dari Negara Lain, Fakta Harga BBM di ASEAN

"Logistik adalah komponen utama dalam kegiatan usaha. Ketika BBM naik, biaya distribusi juga meningkat. Dampaknya, harga-harga ke konsumen juga bisa ikut naik. Karena itu kami berharap inflasi tetap dapat dijaga," katanya.

Politikus PDI-P itu menambahkan, Komisi VI akan terus mencermati dampak kebijakan tersebut terhadap dunia usaha, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Menurut dia, kenaikan biaya operasional jangan sampai menurunkan produktivitas usaha maupun memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved