Selasa, 16 Juni 2026

Harga Pertamax Naik

Update Daftar Harga BBM Hari Ini 15 Juni 2026 di Kaltim, Pertamax Rp16.650, DPR RI Panggil Pertamina

Kenaikan harga Pertamax mulai dirasakan masyarakat. DPR RI bersiap memanggil Pertamina untuk meminta penjelasan

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
HARGA BBM - Ilustrasi petugas tengah melakukan pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU 64.762.03 Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (10/6/2026). Kenaikan harga Pertamax mulai dirasakan masyarakat. DPR RI bersiap memanggil Pertamina untuk meminta penjelasan. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax mulai berdampak pada harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah.
  • Komisi VI DPR RI akan memanggil Pertamina untuk membahas dampak kenaikan BBM nonsubsidi.
  • Di Kalimantan Timur, harga Pertamax kini mencapai Rp16.650 per liter.

TRIBUNKALTIM.CO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku sejak Rabu (10/6/2026) mulai dirasakan masyarakat. 

Tidak hanya berdampak pada biaya transportasi, kenaikan tersebut disebut turut mendorong naiknya sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng.

Kondisi ini memunculkan perhatian dari DPR RI yang menilai dampak kebijakan tersebut perlu dicermati secara serius agar tidak membebani masyarakat maupun pelaku usaha.

Di Kalimantan Timur (Kaltim), harga Pertamax tercatat naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter.

Sementara Pertamax Turbo dibanderol Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.

Baca juga: FOTO-FOTO: Momen Aliansi Balikpapan Bergerak Demo Hari Ini, Soroti Kenaikan BBM

DPR RI Akan Panggil Pertamina

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mengatakan pihaknya berencana memanggil PT Pertamina (Persero) untuk meminta penjelasan mengenai penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta dampaknya terhadap masyarakat dan dunia usaha.

Menurut Adisatrya, DPR ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengaruh kebijakan tersebut terhadap distribusi energi nasional maupun kinerja perusahaan.

"Kami juga akan meminta penjelasan dari Pertamina terkait dampaknya terhadap kinerja perseroan dan kemungkinan peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).

Salah satu perhatian utama DPR adalah potensi perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Jika terjadi dalam skala besar, kondisi tersebut dikhawatirkan memengaruhi ketersediaan stok Pertalite di lapangan.

"Jangan sampai nanti masyarakat beralih secara besar-besaran ke Pertalite, lalu muncul masalah baru berupa keterbatasan stok yang justru menyulitkan masyarakat," katanya.

Baca juga: 5 Kampus Ikut Demo BBM di Balikpapan, Polisi Kerahkan 491 Personel hingga Anjing Pelacak

Konflik Global Jadi Pemicu

Adisatrya menilai penyesuaian harga BBM tidak bisa dilepaskan dari kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.

Konflik geopolitik yang berkepanjangan, pelemahan nilai tukar rupiah, serta ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak menjadi faktor utama yang memengaruhi harga.

Menurutnya, beban pemerintah dalam mempertahankan harga BBM nonsubsidi semakin berat ketika harga minyak dunia meningkat dan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved